Kriteria Pemimpin Ideal dalam Islam: Ahli Dibidangnya dan Berilmu

RISALAH INSPIRA,- Kepemimpinan dalam pandangan Islam memiliki peran yang amat penting. Sebab, kehidupan manusia tidak bisa lepas dari perkumpulan dan kepemimpinan.

Kitab suci Alquran, Allash swt menegaskan pentingnya kedudukan seorang pemimpin, sehingga harus ditaati setelah ketaatan kepada Allah dan Rasulullah.

Allah swt berfirman,“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan. Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan harikemudian. yang demikian itu lebih utama bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. An-Nisa: 59).

Karena pentingnya peran dan fungsi pemimpin dalam pandangan Islam, komunitas kecil dengan jumlah tiga orang anggota sekalipun diperintahkan Rasulullah untu mengangkat seorang pemimpin.

Rasulullah saw bersabda, “Jika kalian keluar bertiga dalam perjalanan, maka hendaklah salah seorang (diantara kalian) memimpin” (HR. Abu Dawud).

Dalam menentukan pemimpin dibutuhkan kriteria dan syarat untuk mencapai tujuan tertentu bersama-sama. Sebab jika memilih pemimpin dengan tepat akan membawa kemajuan. Namun jika salah, bida berdampak pada kehancuran.

Pemimpin yang ideal merupakan dambaan setiap orang. Sebab pemimpin yang seperti itulah yang akan membawa kemajuan suatu organisasi, komunitas, negara atau bangsa.

Maka dari itu, berikut kriteria pemimpin dalam pandangan Islam:

1. Memiliki keahlian, yakni memiliki kompetensi untuk mengatur bawahan dan membawa mereka mencapai tujuan

Rasulullah memperingatkan jika suatu urusan diserahkan pada bukan ahlinya maka yang akan datang bukanlah kesuksesan.

“Jika amanat telah disia-siakan, maka tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya, “Bagaimana maksud amanat disia-siakan?” Nabi menjawab, “Jika suatu urusan diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (HR Bukhari)

2. Berilmu

Jika ada seorang pemimpin yang tidak memiliki ilmu atau bodoh, maka dia akan kesulitan untuk dapat memahami segala permasalahan negara atau lembaga yang dipimpinnya dan dia juga akan kesulitan untuk mendapatkan respek dan ketaatan dari bawahannya.

Allah swt berfirman, “…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan be-berapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al Mujaadilah : 11).

3. Mencintai dan dicintai anggotanya

Pemimpin harus bisa diterima (acceptable), mencintai dan dicintai umatnya, mendoakan dan didoakan oleh umatnya. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw. “Sebaik-baiknya pemimpin adalah mereka yang kamu cintai dan mencintai kamu, kamu berdoa untuk mereka dan mereka berdoa untuk kamu. Seburuk-buruk pemimpin adalah mereka yang kamu benci dan mereka membenci kamu, kamu melaknati mereka dan mereka melaknati kamu.” (HR Muslim).

4. Amanah

Rasulullah saw bersabda, “Apabila amanah disia-siakan, maka tunggulah saat kehancuran. Seorang sahabat bertanya, “Apa indikasi menyia-nyiakan amanah itu, ya Rasul? Beliau menjawab, “Apabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.” (HR Bukhari).

5. Memiliki Sifat wara’

seorang pemimpin juga membutuhkan sikap wara’, yaitu berhati-hati menyikapi hal-hal yang dia hadapi. Maka dia akan lebih menjaga diri dari segala hal yang diharamkan oleh agama, juga lebih menjaga diri dan integritasnya sehingga bisa menghindar dari perbuatan-perbuatan yang tercela, yaitu perbuatan-perbuatan kriminal, korupsi, dan kejahatan yang telah dilarang oleh peraturan agama maupun negara.

Itulah kriteria pemimpin ideal dalam pandangan Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.