Kompleksnya Persoalan Industri Musik, Yayasan Bandung Musik Abadi Siap Cari Solusi

BANDUNG INSPIRA,- Yayasan Bandung Musik Abadi siap wadahi kelangsungan para penggiat industri Musik di Kota Bandung, termasuk memfasilitasi pemusik memanfaatkan kemajuan perkembangan teknologi, seperti NFT listing, dan metaverse.

Demian diungkapkan, Ketua Yayasan Bandung Musik Abadi, Dudi “Nay” Sunardi Somantri saat menyampaikan sambutannya pada acara pengukuhan Yayasan Bandung Musik Abadi di BMC, Jalan Aceh, Kota Bandung, kemarin.

“Tak hanya menghadirkan apresiasi berupa Bandung Music Awards. Kami juga berkomitmen menghadirkan solusi atas persoalan-persoalan yang masih terjumpa,” papar Nay.

Diantaranya, ia menyinggung persoalan royalti performing rights yang masih belum ada solusi. Untuk itu pihaknya akan mengadakan edukasi seperti lokakarya kepada pemusik yang masih tampil dengan membawakan karya lagu musisi lain, atau tanpa izin penulis berikut komposernya. Menurutnya, lokakarya guna meningkatkan pengetahuan sama pentingnya dengan pengembangan keterampilan, dan pengembangan pemasaran karya.

Disamping itu, manajemen pengumpulan pembayaran royalti dari tempat-tempat usaha pengguna lagu seperti karaoke masih menjadi persoalan. Sementara, pengelola tempat usaha karaoke sudah memiliki keinginan membayar royalti. Namun, dalam sisi pengumpulan royalti masih memerlukan perbaikan.

“Pengguna lagu untuk keperluan komersial menjadi kebingungan, mengingat pihaknya yang pengumpulan (collet) royalti terlalu banyak. Kami berupaya memfasilitasi penyelesaian persoalan itu,” kata Nay. ‎

Diakuinya, untuk menemukan solusi dalam tiap-tiap persoalan, memerlukan kerja sama berbagai pihak. “Yang pasti para pemangku kepentingan perlu duduk bersama membahas tiap-tiap persoalan,” ujarnya.

Bahkan, pihaknya tengah mempelajari pemanfaatan peluang NFT link, dan Metaverse bagi kelangsungan industri musik, terutama di Kota Bandung. Langkah tersebut dilakukan guna meraih perhatian pasar virtual.

Dalam acara pengukuhan tersebut, Nay juga turut menyampaikan rencana pelaksanaan Bandung Music Award. Gedong Budaya Sabililungan bakal menjadi lokasi pelaksanaan ajang tersebut pada pertengahan 2022.

Dalam ajang itu, pihaknya bakal menjadikan pendatang baru terbaik sebagai penghargaan utama. “Tidak seperti ajang penghargaan lain, yang memposisikan musisi, atau lagu terbaik sebagai penghargaan utama. Kami menaruh pendatang baru terbaik sebagai penghargaan utama dengan tujuan meransang kemunculan karya-karya dari pemusik-pemusik lain,” ucap Nay.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang merupakan salah seorang pembina yayasan itu turut hadir dalam pengukuhan. Yana mengatakan, kehadiran yayasan merupakan bentuk kepedulian kepada musisi, maupun keseluruhan ekosistem musik di Kota Bandung.

Sebagai pemimpin Kota Bandung, Yana mengajak organisasi-organisasi pemusik di Kota Bandung menjalin kolaborasi. “Itu bagian langkah mendorong Kota Bandung menjadi pusat industri musik,” tandas Yana. (Tri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.