Jemaah An-Nadzir Gowa Tetapkan 1 Syawal Jatuh Pada 1 Mei 2022

JAKARTA INSPIRA,- Jemaah An-Nadzir Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menetapkan lebaran Idulfitri 1443 H 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada Minggu, 1 Mei 2022.

Hal itu disampaikan pimpinan An-Nadzir Gowa Ustaz M Samiruddin Pademmui, Sabtu (30/4/2022).

“Berdasarkan beberapa parameter dan metodologi pemantauan bulan, maka jemaah An-Nadzir Gowa, memutuskan dan menetapkan lebaran Idulfitri, 1 Syawal 1443 H pada hari Ahad 1 Mei 2022 M,” kata Ustaz Samiruddin, mengutip Pojoksatu.id.

Ia menjelaskan, An-Nadzir menetapkan 1 Syawal jatuh pada Minggu besok setelah melalui beberapa metodologi pemantauan bulan Ramadan 1443.

Kata Samiruddin, pemantauan awal mulai dilakukan pada purnam 14, 15, dan 16 Ramadan 1443 H, yang bertepatan dgn tanggal 15, 16, dan 17 April 2022.

Hasil pemantaun pada hari ke-14 Ramadan, yakni bulan sudah tenggelam di ufuk barat pada fajar kadzib. Sementara matahari di ufuk timur belum terbit.

Hasil pemantauan hari ke-15 Ramadan, yakni bulan di ufuk barat tenggelam saat fajar siddiq. Inilah yang dimaksud fajar di Barat dan fajar di Timur

Hasil pemantauan di hari ke-16 Ramadan, yakni bulan tenggelam di ufuk Barat setelah matahari terbit di ufuk Timur

“Setelah menetapkan purnama 14, 15, dan 16, seterusnya dihitung dan kemudian dilihat jam terbitnya bulan di ufuk timur sebelum subuh hari pada hari ke- 27 dan hari ke- 28 Ramadan, kemudian melihat bayangan bulan dgn kain tipis dan kaca mata hitam,” urai Samiruddin.

Ia menjelaskan, hasil pemantauan di hari ke-27 Ramadan yang bertepatan pada Kamis, 28 April 2022, yakni bulan terbit pada pukul 04.04 Wita, bulan tampak bersusun 3.

Hasil pemantauan pada hari ke-28 pada Jumat, 29 April 2022, yakni bulan terbit pada pukul 04.48 Wita dengan bayangan bulan bersusun dua. Hal itu berarti bulan masih akan terbit sekali lagi di hari Sabtu, 30 April 2022. Meskipun sudah sangat sulit dilihat secara kasat mata, seperti halnya dengan sulitnya melihat bulan baru yang terbit di Barat.

“Untuk hari ke 29 Ramadhan bulan masih terbit di ufuk Timur sekitar jam 05.30 Sabtu 30 Mei 2022, meskipun sulit terlihat secara kasat mata. Jadi selama bulan duluan terbit di Timur daripada matahari itu artinya masih bulan tua Ramadhan dan wajib kita berpuasa. Kemudian, untuk mengetahui bulan baru, kita melihat ke Barat, jika matahari lebih duluan terbenam daripada bulan itu artinya sudah bulan baru, sekali pun selisihnya hanya beberapa menit atau derajat saja,” urainya.

Hal lain yang dipantau oleh Jemaah An-Nadzir, lanjut Samiruddin, yakni adanya fenomena alam dengan peristiwa konjungsi/ijtima’/newmoon pada pukul 04.28 Wita. Gerhana Matahari Parsial yang terjadi di bagian selatan benua Amerika, adalah sunnatullah yang merupakan salah satu tanda dan petunjuk terjadinya pergantian bulan. Di Indonesia waktunya jam 04.27 fajar kadzib, sehingga puasa di hari Sabtu masih penuh (full)

“Karena pergantian bulan atau konjungsi/Ijtima’/newmoon terjadi saat fajar kadzib, maka masih memungkinkan kita melakukan shalat Iedul Fitri 1443 H di pagi hari Ahad 1 Mei 2022,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.