BANDUNG INSPIRA– Suasana Saung Angklung Udjo, Minggu 19 Juli 2026, berbeda dari biasanya. Alunan angklung bercampur sorakan Bobotoh. Di tengah panggung budaya itu, persib mengumumkan pemai baru: Mariano Peralta.
Bukan konferensi pers kaku di ruang meeting. Bukan video perkenalan di stadion. persib memilih cara yang khas Jawa Barat untuk menyambut “jagoan barunya”.
Melalui program Positive Movement, klub ini mengajak Bobotoh merasakan langsung harmoni Sunda. Dari belajar memainkan angklung, sampai bernyanyi bersama “Tanah Airku” bersama ratusan tamu undangan.
Bagi persib, sepak bola bukan hanya soal gol dan kemenangan. Sepak bola juga soal identitas.
“Memperkenalkan pemain baru di sini adalah langkah yang sangat positif. Kami berharap para Bobotoh yang hadir bisa merasakan harmoni Sunda,” ujar pimpinan Saung Angklung Udjo, Taufik Hidayat Udjo.
Senada, Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan menyebut ini cara menyambut pemain yang sangat khas.
“Hari ini kita tidak hanya menyambut seorang pemain baru, tetapi menyambutnya dengan cara yang sangat khas Jawa Barat. Sepak bola bukan hanya 90 menit, tetapi juga tentang identitas dan kebanggaan daerah,” kata Erwan.
Manajer persib Umuh Muchtar pun larut dalam suasana. Ia mengaku bangga karena kesenian “buhun” ini masih dijaga.
“Mudah-mudahan Saung Udjo akan terus berkembang. Saya sangat menikmati penampilan luar biasa yang ditampilkan,” ujar Umuh.
Acara ini juga jadi pengingat konsistensi persib dalam kampanye sosial. Sebelumnya ada donor darah, bersepeda bareng, beberesih lingkungan, hingga quality time bareng ayah.
Kini giliran budaya. Harapannya, generasi muda makin terdorong mengenal dan mencintai warisan Sunda.(Bambang/Berita Inspira)**
