BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Kota Bandung mulai menggeber revitalisasi lima pasar pada 2026. Selain pembenahan fisik bangunan, tiga pasar juga akan dievaluasi dan dicari pengelola baru.
Lima pasar yang masuk daftar prioritas adalah Pasar Cihapit, Pasar Ciroyom, Pasar Cihaurgeulis, ITC Kebon Kalapa, dan Pasar Baru. Saat ini Pemkot masih melakukan penjajakan kerja sama agar proses revitalisasi bisa segera jalan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pembahasan sejauh ini sudah menghasilkan beberapa kesepakatan baru. Contohnya Pasar Baru yang sudah ada investor, namun masih dalam tahap negosiasi ulang.
“Tahun ini sudah ada kesepakatan-kesepakatan baru yang bisa kita lanjutkan. Pasar Baru sudah ada investornya, sekarang kita lagi melakukan negosiasi ulang,” kata Farhan, Kamis 10/9/2026.
Proyek revitalisasi Pasar Cihaurgeulis juga akan dilanjutkan setelah sempat terhenti beberapa tahun. Ini bagian dari pembenahan fisik sekaligus penataan manajemen pasar.
Selain itu, ada tiga pasar yang akan ditunjuk pengelola barunya. Tujuannya agar pengelolaan lebih tertib dan nyaman untuk pedagang serta pembeli.
“Tiga pasar yang akan kita carikan pengelola baru yaitu ITC Kebon Kalapa, Cihapit dan Cihaurgeulis,” ujarnya.
Untuk skema kerja sama, Pemkot menyiapkan beberapa pola. Ada yang menggunakan sistem build operate transfer – BOT. Ada juga yang dikelola langsung oleh Pemkot sesuai karakteristik masing-masing lokasi.
Farhan menekankan, legalitas lahan atau alas hak jadi hal krusial sebelum skema pengelolaan diterapkan. Dari hasil pendataan, masih ada pasar yang belum memiliki alas hak.
“Baik BOT maupun kelola langsung, alas hak harus ada. Karena baru sekarang ketahuan ada beberapa pasar yang tidak punya alas hak,” tegasnya.
Soal anggaran, nilai investasi tiap pasar berbeda. Perhitungan sementara, Pasar Baru butuh dana paling besar.
“Yang paling besar sampai hari ini tetap Pasar Baru, Rp800 miliar. Saya juga lagi hitung-hitung. Nanti kemungkinan ada revisi,” ucap Farhan.
Ia menambahkan, revitalisasi ini bukan hanya soal bangunan. Pergantian pengelola di tiga pasar diharapkan bisa membenahi tata kelola, sehingga aktivitas jual beli lebih nyaman bagi pedagang dan pengunjung.(Bambang/Berita Inspira)
