BERITA INSPIRADAERAHHEADLINE NEWS

Diancam Golput Karena Jalan Rusak, Pemda KBB Anggarkan Rp1,8 Miliar

BANDUNG BARAT, INSPIRA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar untuk memperbaiki Jalan Nanggeleng di Desa Karyamukti, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sebelumnya, warga Karyamukti memasang spanduk yang intinya menuntut perbaikan jalan tersebut. Mereka menumpahkan kekecewaannya dengan memasang spanduk bertuliskan “KAMI WARGA DESA KARYAMUKTI TIDAK AKAN MENGIKUTI PEMILU 2024 SEBELUM JALAN KABUPATEN DI WILAYAH DESA KARYAMUKTI KECAMATAN CILILIN DIBANGUN. MOHON PERHATIANNYA PEMDA KBB KAMI SANGAT LELAH”.

Pasalnya, akses jalan yang menghubungkan dengan Kabupaten Bandung tersebut sudah 12 tahun dibiarkan rusak. Padahal warga sudah pernah beberapa kali menyampaikan keluhan tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, Aan Sopian mengatakan, bahwa perbaikan Jalan Nanggeleng sudah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2023.

“Sebenarnya perbaikan Jalan Nanggeleng sudah masuk dalam DPA 2023. Sesuai perencanaan, panjang jalan yang akan diperbaiki sekitar 2,7 kilometer,” kata Aan Sopian melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/10).

Ia menambahkan, pagu anggaran untuk perbaikan Jalan Nanggeleng sebesar Rp 1,8 miliar. Saat ini prosesnya sedang proses e-katalog.

“Untuk sumber anggaran berasal dari APBD KBB 2023,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR KBB Mochamad Ridwan bersama jajarannya, Camat Cililin Opa Mustopa, serta aparat Desa Karyamukti beberapa hari lalu meninjau ke lokasi Jalan Nanggeleng.

Dalam peninjauan itu, juga disampaikan rencana perbaikan jalan kepada warga. Disebutkan dari total panjang jalan 4, 7 kilometer, yang akan diperbaiki tahun ini 2,7 kilometer dengan dihotmix. Adapun ketebalannya 4 centimeter.

Salah seorang warga Desa Karyamukti, Encep (40) berharap Jalan Nanggeleng segera diperbaiki karena sudah 12 tahun dibiarkan rusak parah. Akibat buruknya kondisi jalan menghambat transportasi pengangkutan hasil bumi.

“Badan jalan hanya tinggal sedikit yang menyisakan aspal, selebihnya batu, pasir, tanah, dan lubang dimana-mana,” keluh Encep.

Pada musim kemarau seperti sekarang, jalan dipenuhi debu. Sebaliknya ketika musim hujan badan jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan.

“Sering terjadi kecelakaan motor di sini. Terutama kalau sedang musim hujan, badan jalan berubah menjadi kubangan air dan menjadi licin membahayakan pemotor,” ujarnya. *(trijunari)

About Us

Inspira Media adalah Media Holding yang bergerak di bidang content creator, content management, serta distribusi informasi dan hiburan melalui berbagai platform.