BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mematangkan pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya sebagai sistem transportasi massal yang akan menghubungkan lima wilayah di kawasan Cekungan Bandung. Layanan ini dirancang memiliki 18 koridor utama yang didukung 27 rute feeder untuk mempermudah mobilitas masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dibagikan Humas Jabar, BRT Bandung Raya akan beroperasi selama 18 jam setiap hari, mulai pukul 05.00 hingga 23.00 WIB. Waktu tunggu (headway) bus pada jam sibuk ditargetkan maksimal 11 menit, jam non-sibuk 15 menit, serta maksimal 20 menit pada awal dan akhir operasional.
Untuk menunjang layanan tersebut, pemerintah menyiapkan 405 armada bus pada tahap awal. Jumlah itu akan ditingkatkan menjadi 446 unit pada 2027, termasuk armada cadangan. Armada terdiri dari bus medium berkapasitas 40 penumpang, bus besar tipe 1 berkapasitas 50 penumpang, dan bus besar tipe 2 berkapasitas 60 penumpang.
Sekitar 88 persen koridor BRT akan menggunakan jalur khusus (separator lane) agar perjalanan lebih cepat dan tidak terhambat kemacetan. Sementara 12 persen sisanya masih memanfaatkan jalur campuran menyesuaikan kondisi ruas jalan.
Daftar 18 Koridor BRT Bandung Raya :
BRT 01: Cibiru – Kalapa
BRT 02: Lembang – Kalapa
BRT 03: Leuwipanjang – Dipatiukur – Dago
BRT 04: Elang – Riau
BRT 05: Ciroyom – Antapani – Pajajaran
BRT 06: Cibaduyut – Leuwipanjang – Dago
BRT 07: Padalarang – Alun-alun Bandung
BRT 08: Cimahi – Cicaheum
BRT 09: Ledeng – Antapani
BRT 10: Cicaheum – Kalapa via Binong
BRT 11: Tegalluar – Stasiun Hall
BRT 12: Soreang – Terminal Tegallega
BRT 13: Jatinangor – Cibeureum
BRT 14: Majalaya – Baleendah – Leuwipanjang
BRT 15: Banjaran – Baleendah – BEC
BRT 16: Sarijadi – Antapani
BRT 17: Cicaheum – Sarijadi
BRT 18: Jatinangor – Dipatiukur via Tol
Disiapkan 27 Jalur Feeder
Selain koridor utama, pemerintah juga menyiapkan 27 rute feeder yang akan menghubungkan kawasan permukiman dengan halte BRT. Beberapa di antaranya meliputi:
FD01: Stasiun Rancaekek – Jatinangor
FD03: Majalaya – Derwati – Tegalluar
FD05: Kalapa – Pusdai
FD09: Lembang – Padalarang
FD12: Soreang – Ciwidey
FD17: Soreang – Cimahi
FD22: Cicalengka – Cileunyi
FD24: UIN Sunan Gunung Djati – Stasiun Kiaracondong
FD27: Pacet – Ciparay
Secara keseluruhan terdapat 27 rute feeder yang akan mendukung operasional BRT agar masyarakat lebih mudah menjangkau halte dari kawasan permukiman.
Pengembangan BRT Bandung Raya diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, mengurai kemacetan, serta meningkatkan konektivitas antardaerah di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Sejumlah halte juga mulai dibangun sebagai bagian dari persiapan operasional layanan transportasi massal tersebut.(Rakha/Berita Inspira)**
