BANDUNG INPIRA – Harga kebutuhan pokok di Kota Bandung kembali naik. Untuk meredam gejolak, Pemerintah Kota Bandung menggelar bazar pasar murah dan mendistribusikan bantuan pangan nasional.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, saat ini bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian – DPKP dan DKPP, Pemkot sedang menyalurkan bantuan pangan ke 9 kecamatan.
“Begini, saya bersama DPKP dan DKPP sedang melakukan distribusi bantuan pangan nasional ke sembilan kecamatan lagi. Kemudian bersama Dinas Perdagangan dan Industri, kita sedang menggelar bazar pasar murah. Ini bagian dari upaya kita mengelola inflasi akibat kenaikan harga pangan,” kata Farhan.
Farhan menyebut kenaikan harga dipicu tingginya permintaan sementara produksi belum ikut naik. Komoditas yang paling terdampak adalah sayuran dan ayam potong.
“Harga pangan naik karena permintaan meningkat, sementara jumlah produksi tidak meningkat, baik produksi sayuran maupun terutama ayam potong,” jelasnya.
Namun ia optimis kondisi akan membaik. “Menurut perkiraan kami, Oktober akan ada panen raya. Mudah-mudahan suplai ke pasar-pasar Kota Bandung kembali normal.”
Farhan menegaskan fokus Pemkot saat ini adalah memastikan ketersediaan dan kualitas bahan pokok di setiap pasar.
“Apa yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung adalah memastikan barangnya ada di setiap pasar. Distribusinya harus ada di setiap pasar dan memastikan barangnya juga berkualitas. Bahwa harga naik mengikuti mekanisme pasar, itu sedang kita kendalikan melalui bazar pasar murah dan bantuan pangan nasional,” tegasnya.
Langkah bazar murah dan bantuan pangan ini diharapkan bisa menekan inflasi dan menjaga daya beli warga di tengah kenaikan harga.(Bambang/Berita Inspira)
