ASN Pemkot Bandung dan Pewarta Hantarkan Doa untuk Alm. Ananda Eril

BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Pewarta Balai Kota Bandung (PBB) menggelar sholat gaib dan doa bersama untuk putra sulung Ridwal Kamil, Emmeril Khan (Eril) di Masjid Al Ukhuwah, Jalan Wastukancana, Jumat (3/6). 

Acara yang berlangsung bada sholat Ashar tersebut diikuti oleh ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bandung serta puluhan pewarta dari media online, cetak serta televisi di Kota Bandung. 

Sebelum acara doa bersama digelar, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyampaikan bela sungkawa dan doa untuk keluarga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

“Innalillahi wa Innalillahi rajiun. Hari ini kita bersama-sama hadir mendoakan alm. saudara Emmeril Khan Mumtadz bin H. muhammad Ridwan Kamil yang dinyatakan sudah wafat oleh keluarganya,” ungkap Yana. 

“Oleh itu kita melakukan shalat gaib dan mendoakan almarhum semoga diterima iman islamnya, dimaafkan dosa- dosanya, dan insyaallah diterangi kuburnya serta dibukakan jalan ke surganya Allah SWT,” sambungnya. 

Ia juga berharap, agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. “Dan menerima semua ini sebagai qodarullah, kita semua hadir disini mendoakan,” sambungnya. 

Lebih jauh Yana juga mengharapkan seluruh warga Bandung ikut mendoakan, bukan saja dari Pemerintah Kota Bandung. Terkait keluarga Gubernur Jawa Barat yang sedang dalam perjalanan ke tanah air, Wali Kota Bandung mengaku hingga saat ini pihaknya belum berkomunikasi langsung dengan keluarga Ridwan Kamil. 

“Belum, Insya Allah besok pak Gubenur dan ibu Gubernur kembali mudah- mudahan saya diberi ruang dan waktu untuk ketemu beliau di Pakuan.  Mudah- mudahan bisa memberi rasa simpati kami atas nama masyrakat Kota Bandung kepada beliau,” tuturnya. 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Pewarta BalaiKota Bandung Roni Kurniawan mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan pesan yang diberikan sampai kepada bapak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil agar kuat, ikhlas dan juga pesan yang sama kepada Ibu Athalia semoga dikuatkan juga. 

“Kejadian ini merupakan salah satu takdir, kita juga disini sebagai Jurnalis terus memberitakan dan menginformasikan yang tentunya  dengan mengedepankan kode etik jurnalistik agar tidak menyinggung terutama keluarga yang ditinggalkan,” jelasnya.  

Menurutnya, perlu menghargai privasi terutama pihak keluarga. “Temen-temen juga yang melakukan peliputan memiliki tugas di medianya masing-masing, namun tetap harus menjaga kode etik jurnalistik terutama menyangkut dengan hati nurani  keluarga yang kehilangan,” tandasnya. (TRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.