Army Kesal Manajemen BTS Tidak Berlaku Adil Pada Jimin, Ini Sebabnya

JAKARTA INSPIRA,- Member BTS, Park Jimin menjadi trending di Twitter dengan tagar #FreeJiminFromHybe dan #BeFairToJimin, Rabu (11/5/2022).

Ini terjadi setelah BTS merilis daftar lagu terakhir album antologi mendatang berjudul PROOF, Selasa (10/5/2022) malam.

Dimana, Jimin satu-satunya member BTS yang tidak memiliki lagu versi demo di album tersebut. Sementara enam member lainnya, RM, Jin, Suga, Jhope, V dan Jungkook masing-masing memiliki lagu versi di album itu.

Army-fans BTS, terkhusus Jimin Stan merasa Jimin tidak diperlakukan sama seperti member lainnya. Hingga, mereka men-tweet berbagai kritikan untuk manajemen dan label BTS, BIGHIT Music dan HYBE

Sejatinya, Army kompak semangat dengan pengumuman track ketiga album PROOF, karena ada lagu “Tony Montana” karya Agust D (Suga), yang menampilkan Jimin. Keduanya sempat menampilkan lagu itu BTS 3rd Muster, dan sejak itu Tony Montana versi Suga dan Jimin sangat dinanti fans.

Army mulai bereaksi saat mengetahuin, Tony Montana hanya akan melalui CD saja dan tidak ada streaming online seperti lagu lainnya.

Kekecewaan Jimin Stan makin menjadi saat melihat daftar lagu ternyata Jimin yang tidak memiliki lagu solo versi demo yang termasuk dalam daftar lagu PROOF CD3.

Banyak yang marah atas nama Jimin karena mereka merasa bahwa HYBE diduga tidak memperlakukan ketujuh anggota secara setara.

Karena, Army mengetahui Jimin bukan hanya penyanyi dan penari berbakat. Dia juga ahli dalam memproduksi musiknya sendiri.

Jimin merilis lagu ciptaannya sendiri yang pertama, “Promise,” pada tahun 2018. Namun, itu tidak disertakan di album ini.

“Dan kami tahu kemungkinan masih banyak lagi lagu yang belum dia bagikan kepada kami,” tweet Army.

“Kami setidaknya ingin mendengarkan demo or English versi lagu ‘Promise’. Jimin pekerja keras. Perlakukan dia sama seperti member lain!,” komen yang lain.

“Kenapa hanya Jimin (yang tidak ada lagu solo)? Kami butuh penjelasan untuk hal ini sekarang!,” sebut Army lainnya.

Hingga kini tagar-tagar itu masih trending di Twitter Indonesia, khususnya di Korea.

Leave a Reply

Your email address will not be published.