Gelar Unjuk Rasa, Ratusan Pendemo Desak Rektor UPI Mundur
BANDUNG INSPIRA – Seratusan orang yang mengatasnamakan Aktivis Anak Bangsa menggelar aksi unjuk rasa di gerbang utama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung,Kamis (16/04/2026). Masa aksi mendesak Rektor UPI, Didi Sukyadi, mundur karena dinilai melakukan sejumlah pelanggaran berat selama memimpin kampus.
Massa memulai aksi dengan longmarch dari arah Setiabudi menuju kampus UPI. Setibanya di depan gerbang utama, mereka mendirikan tenda, menggelar aksi teatrikal, dan berorasi secara bergantian. Aksi ditutup dengan pembakaran ban sebagai bentuk protes karena massa tidak diizinkan masuk untuk berorasi di dalam lingkungan kampus.
Sekjen Aktivis Anak Bangsa, Dena Hadiat, menyebut gaya kepemimpinan Didi Sukyadi di UPI cenderung diktator. Salah satu kebijakan yang dipersoalkan adalah kewajiban bagi seluruh mahasiswa UPI untuk melaporkan setiap kegiatan kepada Polri dan TNI.
“Hal tersebut telah melanggar kebebasan mahasiswa UPI untuk berkegiatan dan berekspresi,” kata Dena saat diwawancarai di lokasi aksi.
Selain soal pembatasan aktivitas mahasiswa, Didi Sukyadi juga dituding bertindak semena-mena. Dena menyebut ada pemecatan sepihak terhadap belasan karyawan UPI Kampus Cibiru. Tak hanya itu, muncul dugaan kriminalisasi terhadap pelapor kasus perjokian SBMPTN di UPI.
Ketiga persoalan itu menjadi dasar tuntutan massa agar Didi Sukyadi meletakkan jabatannya sebagai rektor. “Kami menilai rektor telah melakukan pelanggaran berat. Sudah sepatutnya mundur,” tegas Dena.
Unjuk rasa berlangsung sejak siang hingga sore hari. Aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar gerbang kampus untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Meski tidak terjadi bentrokan, situasi sempat memanas ketika massa membakar ban usai dilarang masuk ke dalam kampus.
Hingga aksi selesai, belum ada tanggapan resmi dari pihak Rektorat UPI terkait tuntutan yang disampaikan massa Aktivis Anak Bangsa.(Bambang)**
Foto:Bambang/Inspira


