Berita

Super Air Jet Resmi Mengudara dari Bandara Husein Kota Bandung

Oleh editor 18 September 2026 4 menit baca

BERITA INSPIRA– Konektivitas udara Kota Bandung kembali menguat. Setelah reaktivasi penerbangan oleh Garuda Indonesia dan Citilink pada Agustus lalu, kini Super Air Jet resmi membuka layanan penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dengan rute Medan–Bandung–Denpasar.

Peresmian penerbangan perdana tersebut berlangsung di Bandara Husein Sastranegara, Jumat, 18 September 2026, dan disambut langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Farhan menilai kehadiran Super Air Jet menjadi bukti semakin pulihnya aktivitas penerbangan di Bandara Husein sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu pusat konektivitas udara di Indonesia.

“Sebulan setelah inaugurasi penerbangan oleh Garuda dan Citilink, hari ini inaugurasi penerbangan oleh Super Air Jet di Bandara Husein. Alhamdulillah, ini artinya menambah jumlah penerbangan dan jumlah penumpang,” ujar Farhan.

Menurut Farhan, peningkatan jumlah penerbangan mulai berdampak terhadap pergerakan penumpang di Bandara Husein. Jika sebelumnya rata-rata jumlah penumpang berada di kisaran seribu orang per hari, kini jumlahnya terus meningkat dan diperkirakan telah mendekati dua ribu penumpang per hari.

Ia menyatakan, Pemerintah Kota Bandung bersama Lanud Husein Sastranegara dan Angkasa Pura terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur, sarana, dan prasarana penunjang agar operasional bandara semakin optimal.

“Kami bersama Lanud Husein dan Angkasa Pura berkomitmen melakukan berbagai perbaikan infrastruktur serta fasilitas yang diperlukan untuk mendukung perkembangan Bandara Husein,” katanya.

Farhan juga melihat peluang besar Bandung untuk berkembang menjadi kota transit penerbangan domestik. Menurutnya, posisi strategis Bandung memungkinkan kota ini menjadi titik penghubung perjalanan dari Pulau Sumatra menuju Bali, Kalimantan, maupun Sulawesi.

“Bandung itu salah satu transit yang paling menyenangkan. Biayanya tidak mahal, prosesnya cepat karena bandaranya relatif kecil, sehingga sangat nyaman bagi penumpang,” tuturnya.

Ia mencontohkan penerbangan perdana Super Air Jet dari Medan yang mengangkut sekitar 170 penumpang. Sebanyak 130 penumpang turun di Bandung, sementara sekitar 40 penumpang melanjutkan perjalanan menuju Denpasar.

Kondisi tersebut, menurut Farhan, menunjukkan potensi Bandung sebagai hub transit yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi berbagai sektor, mulai dari layanan hospitality, kuliner, perdagangan hingga pariwisata.

“Kalau transit, bisnis hospitality di sekitar bandara bisa bergerak. Kalau penumpang turun di Bandung, dampaknya lebih luas lagi untuk sektor wisata, perdagangan, manufaktur hingga pendidikan,” ujarnya.

Farhan menambahkan, selain wisata dan bisnis, sektor pendidikan menjadi salah satu alasan utama banyak orang datang ke Bandung.

“Kita harus memberi ruang seluas-luasnya untuk tujuan pendidikan karena Bandung dikenal sebagai kota pendidikan,” katanya.

Meski tren pertumbuhan penumpang menunjukkan perkembangan positif, Farhan mengakui masih ada pekerjaan rumah untuk mengembalikan aktivitas Bandara Husein ke masa kejayaannya.

Pemkot Bandung menargetkan jumlah penumpang mencapai 3.000 orang per hari pada akhir tahun 2026. Saat ini, jumlah penumpang masih berada pada kisaran 1.300 hingga 1.600 orang per hari.

“Kalau sudah 3.000 penumpang per hari, kita kembali ke kondisi tahun 2023. Sebelum pandemi Covid-19 bahkan pernah mencapai sekitar 9.000 penumpang per hari,” ungkapnya.

Untuk mendukung target tersebut, Pemkot Bandung tengah melakukan berbagai pembenahan kawasan sekitar bandara. Setelah menyelesaikan peningkatan kualitas jalan dan penerangan jalan umum (PJU), fokus berikutnya adalah penataan kabel udara dan peningkatan akses menuju bandara.

“Salah satu prioritas kami adalah menata kabel udara agar kawasan sekitar bandara lebih rapi. Selain itu, sedang dibahas bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bappenas, pembangunan akses langsung dari Gerbang Tol Pasteur menuju Bandara Husein,” jelas Farhan.

Sementara itu, Direktur Utama Lion Air Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, pembukaan rute dari Bandung merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara.

“Hari ini menjadi hari bersejarah karena Bandung kembali diramaikan dengan penerbangan. Kami siap mendukung karena memiliki armada dan jaringan konektivitas yang cukup kuat,” ujar Daniel.

Pada tahap awal, Super Air Jet mengoperasikan rute Medan–Bandung–Denpasar setiap hari menggunakan pesawat Airbus A320-200 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi.

Daniel mengungkapkan tingkat keterisian penumpang atau load factor penerbangan perdana telah mencapai lebih dari 90 persen, baik dari Medan menuju Bandung maupun Bandung menuju Denpasar.

“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Karena itu kami akan terus mengembangkan jaringan penerbangan dari Bandung,” katanya.

Selain Medan dan Bali, Super Air Jet juga berencana membuka rute baru menuju Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Pekanbaru dalam waktu dekat.

Menurut Daniel, Bandung memiliki daya tarik yang kuat sebagai destinasi wisata, pendidikan, kuliner, olahraga, hingga kesehatan. Karena itu, potensi pengembangan penerbangan dari dan menuju Bandung masih sangat besar.

Ia bahkan menyatakan kesiapan perusahaan apabila Bandara Husein kembali berstatus sebagai bandara internasional.

“Jika nanti Bandung dibuka kembali sebagai bandara internasional, kami siap melayani penerbangan internasional. Salah satu pasar yang sangat potensial adalah Kuala Lumpur,” ujarnya. (Bambang/Berita Inspira)

25 Merek Beras Fortifikasi Palsu Ditarik, DKPP Bandung Turun ke Pasar Pastikan Tak Kembali Beredar

BANDUNG INSPIRA – Buntut temuan beras fortifikasi palsu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung bergerak cepat…

editor 18 Sep 2026

Jelang HJKB 216, Pemkot dan Warga Serentak Bebersih Bandung

BANDUNG INSPIRA- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar kegiatan Bebersih Bandung secara serentak di 30 kecamatan, 151 kelurahan, serta…

editor 18 Sep 2026

10 Hari Tanpa Jejak, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal di Selat Sunda Resmi Dihentikan

BANDUNG INSPIRA – Proses pencarian lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu wisata yang hilang di Perairan Gunung…

editor 18 Sep 2026