BANDUNG INSPIRA – Pembangunan depo bus rapid transit (BRT) di Terminal Cicaheum, Kota Bandung berdampak pada 115 pedagang. Para pedagang menerima kompensasi dari Pemerintah Kota Bandung dengan besaran Rp7 juta hingga Rp14 juta sesuai ukuran kios.
Salah satu pedagang terdampak, Nurjaman, pedagang batagor dan baso tahu yang telah berjualan di Terminal Cicaheum selama 26 tahun. Kios miliknya dibongkar sejak Jumat (21/8/2026) dan kompensasi Rp6 juta diterimanya pada Senin (24/8/2026).
“Sekarang pakai roda. Tetap jualan sambil membereskan barang,” kata Nurjaman di lokasi, Rabu (26/8/2026).
Nurjaman menyebut proses pembongkaran sudah melalui pemberitahuan dan beberapa kali rapat dengan pedagang. Dalam proses pembongkaran, pedagang juga diminta membongkar kios dan mengamankan barang dagangannya sendiri.
Setelah kehilangan kios, Nurjaman memilih berjualan keliling dan tidak menempati kios pengganti yang disediakan Pemkot di Terminal Leuwipanjang. Alasannya, ia dan keluarganya telah lama berdomisili di sekitar Cicaheum.
“Anak-anak saya semuanya di sini, cucu juga di sini. Usaha juga harus di sekitar sini, tidak bisa jauh-jauh,” ujarnya.
Meski terdampak, Nurjaman menyatakan mendukung pembangunan depo BRT.
“Ya, harus mendukung. Harus ikhlas,” katanya.
Pemkot Bandung sebelumnya telah menyiapkan kios pengganti di Terminal Leuwipanjang lantai 1 dan 2 untuk pedagang terdampak. (Bambang/Berita Inspira)
