BANDUNG INSPIRA– Festival Padasuka Volume V kembali digelar di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Mengusung tema berbudaya, berkreasi, berkolaborasi, dan peduli lingkungan, acara ini menampilkan miniatur keberagaman budaya Nusantara.
Festival yang berlangsung sehari penuh ini diisi karnaval warga, 20 booth UMKM lokal, festival band, hingga fashion show tematik.
Ketua pelaksana, Safrul Dzulfikar Fazri mengatakan, warga Kelurahan Padasuka mengikuti karnaval dengan kostum, aksesoris, hingga dekorasi dari bahan daur ulang.
“Yang pertama ada karnaval, terus ada UMKM-nya, juga ada festival band dan ada guest star. Kita full dari pagi sampai jam 12 malam. Ada juga passion show dengan tematik dari Nusantara jadi menggambarkan miniatur Indonesia ada di kelurahan Padasuka,” ujar Safrul di lokasi.
Band lokal yang tampil di antaranya The Dirt, Cut the Crap, Nocturnal, dan band lokal lainnya.
Lurah Padasuka, Zimmi Muslim, S.T., menyebut festival kelima ini terselenggara berkat kolaborasi Karang Taruna, LKK Kelurahan Padasuka, dan unsur masyarakat lainnya.
Ia mengajak warga membiasakan hidup bersih dan memilah sampah. Saat ini Kelurahan Padasuka memiliki program “Padasuka Zero Waste”.
“Alhamdulillah 60% warga di Padasuka sudah memilah sampah dari rumah. Untuk itu mari kita terus tingkatkan kepedulian kita kepada lingkungan dengan memilah sampah dari rumah dan juga mengurangi sampah,” ujarnya.
Camat Cibeunying Kidul, Mochamad Edi Purwadi, mengapresiasi kekompakan warga. Menurutnya, di tengah efisiensi anggaran, Padasuka tetap mampu menggelar acara secara swadaya.
“Ini kan sudah volume lima. Sekarang sedang masa efisiensi ini, tanpa biaya tetap melaksanakan. Ini sangat luar biasa, jadi yang muncul ada kolaborasinya,” kata Edi.
Anggota DPRD Kota Bandung sekaligus Ketua Karang Taruna Kota Bandung, Andri Gunawan, bahkan menyentil Pemkot Bandung. Ia menilai acara berskala besar tanpa APBD ini seharusnya jadi perhatian.
“Kita pemerintah kota seharusnya malu. Ini nol APBD, acaranya meriah sekali. Anggarannya swadaya masyarakat dan bantuan dari sponsor. Apalagi kalau nanti APBD bisa intervensi di sini pasti lebih bagus,” tegas Andri.
Andri juga menyoroti anggaran kegiatan Pemkot lainnya dan meminta Disbudpar Kota Bandung membina kelurahan-kelurahan yang punya potensi seperti Padasuka, Sekeloa, Inhoftang, dan Pelindung Hewan agar bisa menjadi event tahunan dan destinasi wisata.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, turut hadir dan mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Saya memberikan apresiasi atas nama pemerintah Kota Bandung kepada panitia, LPM, Ketua Forum RW dan seluruh Ketua RW yang sudah sukses membuat acara ini dengan biaya sendiri. Masya Allah, begitu meriah, begitu megah, guyub gotong royong,” ucap Erwin.
Menanggapi usulan agar kegiatan ini masuk anggaran, Erwin menyatakan hal itu memungkinkan.
“Nanti mungkin ada pembicaraan dari Dewan, diusulkan kepada kami, supaya bisa dimasukkan di anggaran 2027. Karena ini adalah bentuk menampilkan budaya, kreasi,” ujarnya.
Erwin berharap festival seperti ini bisa ditiru wilayah lain di Kota Bandung sebagai bentuk gotong royong dan kolaborasi warga. (Bambang/Berita Inspira)
