BANDUNG INSPIRA – Dinas Pendidikan Kota Bandung segera melakukan mitigasi setelah gerbang SDN 026 Bojongloa disegel ahli waris. Sebanyak 945 siswa akan direlokasi sementara ke beberapa sekolah dengan sistem shift, sambil menunggu pembangunan gedung baru yang ditarget selesai Desember 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron mengatakan, pihaknya akan segera memetakan lokasi darurat pada hari ini.
“Satu, Disdik akan melakukan mitigasi risiko, dalam arti kita akan petakan. Hari ini kita rapatkan, karena kita juga kan karunya atuh, terusan gitu,” ujarnya, Rabu (6/8/2026).
Menurut Kadisdik, Pemkot sebenarnya sudah membeli tanah dan menganggarkan pembangunan sekolah baru di Bojongloa. Namun prosesnya mandek karena sebagian warga RW 2 Kelurahan Cibaduyut Kidul, Kecamatan Bojongloa Kidul menolak.
“Keduanya sebetulnya kita sudah beli tanah, kita sudah menganggarkan, rencana dibangun di Bojongloa. Cuma sekarang kan masih ada persoalan dengan warga masyarakat, sebagian warga RW 2 menolak untuk pembangunan sekolah,” katanya.
Alasan penolakan disebut karena warga khawatir kenyamanan terganggu. Isu yang muncul adalah kebisingan, keramaian siswa, dan kemacetan.
“Dia itu mempermasalahkannya teh pasca dibangunnya sekolah. Takut berisik, barudak, terus macet. Walaupun kita kemarin sudah disampaikan untuk pengaturan supaya tidak macet, jadi si orang tua tidak boleh bawa kendaraan roda empat. Kan itu ada portal di depan,” jelasnya.
Saat ini Disdik masih terus melakukan komunikasi dan sosialisasi dengan warga RW 2.
Untuk mengatasi kekosongan sementara, Disdik menyiapkan 3 sekolah sebagai tempat relokasi: SD Leuwi Panjang, SD 269 Cibaduyut, dan SD 229.
“Ya, jadi gini kita sekarang mau rapatkan kan ada beberapa alternatif, ada SD Leuwi Panjang, SD 269 Cibaduyut, ada juga SD 229. Nanti siang mau dirapatkan, jadi tidak ada lagi nanti drama seperti yang sekarang lagi,” ujarnya.
Dengan jumlah siswa 945 orang, pembelajaran tidak dipusatkan di satu tempat. Disdik akan menerapkan sistem shift 1 dan shift 2.
“Enggak disebar di satu sekolah. Iya nanti sistem pembelajarannya ada shift 1, shift 2. Kita hitung dulu kan berapa kebutuhan ruangan terus dari anak ini terus ada berapa rombel,” katanya.
Kadisdik mengimbau kepada warga yang menolak pembangunan sekolah, khususnya RW 2, untuk mengutamakan kepentingan umum dan pendidikan anak-anak di Bojongloa.
“Mudah-mudahan lebih mengutamakan kepentingan umum sehingga tidak ada bahasa penolakan untuk pembangunan sekolah. Karena ini nasib anak-anak kan perlu diperhatikan,” ujarnya.
Kepada orang tua, ia meminta untuk tetap percaya kepada pemerintah. Pihaknya juga berharap ahli waris memberi waktu bagi siswa untuk belajar sampai gedung baru rampung.
“Satu, orang tua percaya kepada pemerintah dalam hal ini Disdik. Kita juga tidak akan membiarkan begitu saja. Mudah-mudahan pihak ahli waris juga mau memberikan kesempatan kepada para peserta didik SD tersebut,” katanya.
Asep menambahkan, Jika tidak ada hambatan, pembangunan gedung baru ditargetkan rampung akhir tahun ini dengan waktu pengerjaan sekitar 5 bulan.
“Kalau nggak ada hambatan ya mudah-mudahan di akhir tahun selesai pembangunan. Itu kalau hitung-hitungan SPK mah antara 5 bulan. Desember beres,” pungkasnya.(Bambang/Berita Inspira).
Foto:Bambang/Berita Inspira
