BANDUNG INSPIRA – Andrian Champ, Manager PAS band, menceritakan kronologi perjuangan terakhir Om Trisno sebelum menghembuskan napas terakhir. Bagi Andrian, Trisno bukan hanya rekan band, tapi teman dekat yang selalu berkoordinasi dalam setiap hal.
“Kehilangan satu sosok teman. Ya, teman. Istilahnya ini teh emang lebih dekat. Jadi kalau pun setiap tur, itu teh lebih pasti akan koordinasi terus sama saya. Jadi keinginan apa pun dan segala macam, sampai makan, sampai kebutuhan-kebutuhan tuh, semua pasti saya yang siapkan,” ujar Andrian saat ditemui Berita Inspira di pemakaman, Minggu (2/8/2026).
Andrian menuturkan awalnya Trisno tidak pernah mengeluh sakit. Namun pada 7 Juli, Trisno mulai merasakan sakit di kepala dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
“Hasil dari diagnosisnya itu, pecah pembuluh darah sama dari ginjal. Jadi fungsi ginjalnya itu udah 5 persen. dari situlah proses awalnya tuh yang harus ditindak karena komplikasi,” jelasnya.
Langkah pertama yang dilakukan adalah cuci darah, dilanjutkan booster gula darah karena sempat turun ke 50. Setelah kondisinya stabil, Trisno menjalani operasi di bagian kanan otak untuk mengeluarkan darah.
“Alhamdulillah sudah berjalan. Cuman dalam proses setelah operasi itu tuh ada kejang-kejang, karena mungkin kata dokter sih ada penolakan dari proses darah ke otaknya itu tidak masuk, tidak sempurna, gitu. Jadinya ada kejang-kejang,” kenang Cem.
Setelah operasi pertama, kondisi Trisno sempat membaik. Ia bahkan sempat diperbolehkan pulang ke rumah selama dua hari sesuai permintaan almarhum.
“Setelah itu, karena harus cuci darah, akhirnya masuk lagi ke rumah sakit. Nah, setelah di rumah sakit itu dua hari, ada rembesan. Rembesan dari otak. Nah, itu teh harus dioperasi kedua kalinya,” kata dia.
Pada operasi kedua, dokter menemukan kerusakan di otak kiri karena pasokan oksigen tidak masuk dengan sempurna. Sejak saat itu kondisi Trisno terus menurun hingga akhirnya harus menggunakan ventilator karena fungsi paru-paru hanya 50%. Bagi Andrian Champ, Trisno adalah partner kreatif utama di PAS. Setiap penentuan lagu dan konsep show selalu didiskusikan bersama.
“Jadi, kalau dari sisi kreativitas untuk lagu, perform show-nya itu saya pasti akan diskusi dengan Trisno. Jadi, ‘Bro, untuk album hari ini, lagunya apa aja?’ Jadi diskusi untuk kreatif perform-nya itu pasti sama Trisno. Jadi repertoar lagunya itu pasti akan barengan sama Trisno.”
Andrian juga mengenang obrolan terakhir dengan Trisno di rumah sakit. “Yang terakhir obrolannya itu pengucapan terima kasih orang baik. Jadi semua yang disampaikan tuh dia mengucapkan terima kasih kepada orang-orang baik. Kalau ke saya pribadi sih selalu bilang, ‘It’s my manager. It’s my manager. It’s my manager.’ Jadi semua yang ada di situ teh, ‘You manager kami,’ gitu. Itu selalu menyampaikan itu. Itu yang terakhir.” Tandasnya. (Bambang/Berita Inspira)**
Foto: Bambang/Berita Inspira
