BANDUNG INSPIRA – Kebakaran hutan raksasa di Gironde, Prancis barat daya, tidak hanya membakar puluhan ribu hektare hutan pinus dan menghancurkan ratusan rumah.
Panas ekstrem dari kobaran api juga memicu ledakan persediaan obus peninggalan Perang Dunia II yang selama puluhan tahun terlupakan di wilayah komune Le Porge.
Otoritas setempat memastikan tidak ada korban luka maupun meninggal dunia dari peristiwa yang memicu sekitar 100 ledakan beruntun tersebut.
Lebih dari 100 dentuman terdengar ketika api menerjang Le Porge pada malam Kamis, 23 Juli, hingga Jumat, 24 Juli 2026.
Ledakan amunisi tersebut memicu kepanikan warga karena satu peluru meriam sempat meluncur hingga menembus bangunan tempat tinggal.
Suara ledakan hebat yang terjadi selama kebakaran pada 23–24 Juli 2026 itu awalnya dikira warga berasal dari tabung gas yang meledak. Petugas penjinak bom kini telah diterjunkan ke lokasi untuk menyisir sisa amunisi.
Warga dan petugas pemadam pada awalnya menduga suara ledakan tersebut berasal dari tabung-tabung gas di rumah yang terbakar. Pemeriksaan setelah api mereda menunjukkan sejumlah obus tua telah meledak, sedangkan amunisi lainnya terpental dan tersebar di sekitar lokasi.
Wali Kota Le Porge Martial Zaninetti mengatakan unit penjinak bom telah diterjunkan untuk menyisir dan mengamankan kawasan. Area tempat obus ditemukan harus diperlakukan sebagai zona berbahaya karena sebagian amunisi belum meledak dan dapat berpindah dari lokasi semula akibat tekanan ledakan maupun pergerakan api.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengonfirmasi kondisi lapangan dan tingginya tingkat kesulitan dalam menanggulangi pergerakan api.
“Garis depan api di kawasan Gironde telah meluas hingga 240 kilometer dan statusnya masih belum terkendali,” kata Laurent Nunez.
Seperti diketahui, gelombang panas ekstrem saat ini sedang melanda kawasan Eropa dan memperburuk kondisi kekeringan di Prancis, Spanyol, Portugal, Italia, hingga Yunani.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga turut menyampaikan penegasannya terkait keparahan lonjakan bencana kebakaran hutan yang melanda negaranya sepanjang musim panas ini.
“Sepanjang musim panas ini, negaranya menghadapi lonjakan jumlah kasus kebakaran hutan tertinggi sejak berakhirnya Perang Dunia II,” kata Macron. (Seruni/Berita Inspira)**
Sumber : Reuters
