Daerah

BRT Bandung Raya Siap Layani 18 Koridor dan 27 Feeder, Beroperasi 18 Jam Setiap Hari

Oleh editor 26 Juli 2026 2 menit baca

BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mematangkan pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya sebagai sistem transportasi massal yang akan menghubungkan lima wilayah di kawasan Cekungan Bandung. Layanan ini dirancang memiliki 18 koridor utama yang didukung 27 rute feeder untuk mempermudah mobilitas masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dibagikan Humas Jabar, BRT Bandung Raya akan beroperasi selama 18 jam setiap hari, mulai pukul 05.00 hingga 23.00 WIB. Waktu tunggu (headway) bus pada jam sibuk ditargetkan maksimal 11 menit, jam non-sibuk 15 menit, serta maksimal 20 menit pada awal dan akhir operasional.

Untuk menunjang layanan tersebut, pemerintah menyiapkan 405 armada bus pada tahap awal. Jumlah itu akan ditingkatkan menjadi 446 unit pada 2027, termasuk armada cadangan. Armada terdiri dari bus medium berkapasitas 40 penumpang, bus besar tipe 1 berkapasitas 50 penumpang, dan bus besar tipe 2 berkapasitas 60 penumpang.

Sekitar 88 persen koridor BRT akan menggunakan jalur khusus (separator lane) agar perjalanan lebih cepat dan tidak terhambat kemacetan. Sementara 12 persen sisanya masih memanfaatkan jalur campuran menyesuaikan kondisi ruas jalan.

Daftar 18 Koridor BRT Bandung Raya :

BRT 01: Cibiru – Kalapa

BRT 02: Lembang – Kalapa

BRT 03: Leuwipanjang – Dipatiukur – Dago

BRT 04: Elang – Riau

BRT 05: Ciroyom – Antapani – Pajajaran

BRT 06: Cibaduyut – Leuwipanjang – Dago

BRT 07: Padalarang – Alun-alun Bandung

BRT 08: Cimahi – Cicaheum

BRT 09: Ledeng – Antapani

BRT 10: Cicaheum – Kalapa via Binong

BRT 11: Tegalluar – Stasiun Hall

BRT 12: Soreang – Terminal Tegallega

BRT 13: Jatinangor – Cibeureum

BRT 14: Majalaya – Baleendah – Leuwipanjang

BRT 15: Banjaran – Baleendah – BEC

BRT 16: Sarijadi – Antapani

BRT 17: Cicaheum – Sarijadi

BRT 18: Jatinangor – Dipatiukur via Tol

Disiapkan 27 Jalur Feeder

Selain koridor utama, pemerintah juga menyiapkan 27 rute feeder yang akan menghubungkan kawasan permukiman dengan halte BRT. Beberapa di antaranya meliputi:

FD01: Stasiun Rancaekek – Jatinangor

FD03: Majalaya – Derwati – Tegalluar

FD05: Kalapa – Pusdai

FD09: Lembang – Padalarang

FD12: Soreang – Ciwidey

FD17: Soreang – Cimahi

FD22: Cicalengka – Cileunyi

FD24: UIN Sunan Gunung Djati – Stasiun Kiaracondong

FD27: Pacet – Ciparay

Secara keseluruhan terdapat 27 rute feeder yang akan mendukung operasional BRT agar masyarakat lebih mudah menjangkau halte dari kawasan permukiman.

Pengembangan BRT Bandung Raya diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, mengurai kemacetan, serta meningkatkan konektivitas antardaerah di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Sejumlah halte juga mulai dibangun sebagai bagian dari persiapan operasional layanan transportasi massal tersebut.(Rakha/Berita Inspira)**

Pasar Baru Bandung Ajukan Status Kawasan Ekonomi Khusus Jelang Reaktivasi Bandara Husein

BANDUNG INSPIRA– Menjelang dibukanya kembali Bandara Husein Sastranegara, para pedagang di Pasar Baru Bandung bergerak cepat. Melalui Himpunan…

editor 27 Jul 2026

Kekeringan Hantui Bandung Timur, Pemkot Distribusikan Tangki Air Setiap Hari

BANDUNG INSPIRA– Musim kemarau mulai berdampak ke sejumlah wilayah di Kota Bandung. Namun Pemerintah Kota memastikan pasokan air…

editor 27 Jul 2026

Kenji Korban Begal Arcamanik, Walikota Bandung Pastikan Operasi Tahap 2 di RSHS Berjalan Baik

BANDUNG INSPIRA – Walikota Bandung menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus pembegalan yang menimpa Kenji di Arcamanik pada 4…

editor 27 Jul 2026