OlahRaga

Imigrasi Cekal 2 WN Belanda Penyelenggara Event Lari Bali Silent Disco di Canggu yang Diskriminasi WNI

Oleh editor 25 Juli 2026 4 menit baca

BANDUNG INSPIRA – Dugaan praktik diskriminasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) mencuat di media sosial setelah sebuah komunitas lari di Bali, Entourage Bali, dituding lebih memprioritaskan peserta warga negara asing (WNA) dibandingkan warga lokal.

Seperi di ketahui, sebuah acara bertajuk Bali Silent Disco di wilayah Canggu, Bali, mendadak viral dan memicu kontroversi setelah diketahui melarang Warga Negara Indonesia (WNI) untuk berpartisipasi. Event yang dikemas dalam bentuk fun run tersebut hanya memperbolehkan Warga Negara Asing (WNA) atau ekspatriat sebagai peserta.

Dua warga negara asing (WNA) yang teridentifikasi sebagai penyelenggara telah dimasukkan ke dalam daftar penangkalan (cekal), sementara pihak penjamin mereka kini menjalani pemeriksaan.

Kronologi Event Lari WNA Bali Viral karena Diduga Diskriminatif

Kontroversi komunitas lari Entourage Bali mulai muncul sejak awal pekan ini di beberapa platform media sosial, salah satunya Threads. Seorang pengguna Threads dengan akun @jesycaangel_ mengunggah pengalamannya terkait dugaan diskriminasi terhadap dirinya yang berstatus WNI.

Dalam unggahannya pada 20 Juli 2026, ia mengaku awalnya melihat cerita dari seorang kreator lain yang mengatakan permohonannya untuk bergabung dengan salah satu komunitas di Bali ditolak karena merupakan warga lokal.

Penasaran dengan tuduhan tersebut, Jesyca kemudian mencoba melakukan percobaan bersama kekasihnya yang merupakan warga negara asing. Hasilnya, menurut pengakuannya, permohonan sang kekasih diterima, sedangkan dirinya yang menggunakan identitas Indonesia tidak mendapatkan perlakuan yang sama.

“oh woww….. HAHAHAH apakah komunitas Bali sekarang hanya menerima yang disebut “ekspatriat” dan “orang asing”? Apakah penduduk lokal dianggap tidak membawa uang/manfaat apa pun bagi mereka?” tulis @jesycaangel_.

Seorang senator RI asal Bali, Ni Luh Djelantik juga ikut mengecam aksi para bule itu. Ni Luh mengaku telah melayangkan laporan kepada Imigrasi dan Polda Bali atas dugaan diskriminasi yang dilakukan para WNA dalam event tersebut.

“Dengan ini kami meminta kepada pihak Imigrasi Bali dan Kepolisian Provinsi Bali, Polda Bali, agar dapat menindaklanjuti laporan kami terkait dugaan diskriminasi oleh WNA dan juga kegiatan-kegiatan diduga tidak berizin,” tegas Ni Luh Djelantik, seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya, Jumat, 24 Juli 2026

Dia juga meminta aparat kepolisian mendalami dugaan kegiatan itu yang tak berizin. “Dan kepada para WNA yang tidak menerima keanggotaan WNI, kalian melakukannya di Bali, ini adalah tanah air kami,” ujar Ni Luh lewat akun instagramnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Aryasandi menyatakan bahwa tim dari Polres Badung tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait perizinan acara tersebut. Penyelidikan difokuskan pada keabsahan izin keramaian serta kebenaran adanya syarat diskriminatif yang melarang keterlibatan warga lokal.

“Polres Badung saat ini sementara turun melakukan penyelidikan, apakah ada izin resmi di kepolisian terdekat atau tidak ada izin, dan apakah betul melarang WNI untuk ikut berpartisipasi dalam event tersebut,” ujar Aryasandi.

Selain itu, Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa kegiatan yang melibatkan warga negara asing wajib mematuhi seluruh aturan yang berlaku di Indonesia. Menurutnya, orang asing tidak diperbolehkan bertindak sebagai penyelenggara (event organizer) dalam sebuah acara.

“Event lari tersebut menunjukkan adanya pelanggaran terhadap aturan yang berlaku. Saat ini WNA terkait sudah berada di luar wilayah Indonesia dan Imigrasi telah menerapkan penangkalan kepada yang bersangkutan. Saya juga telah memerintahkan jajaran Imigrasi Bali untuk memeriksa event organizer. Jika ditemukan ada WNA yang bertindak sebagai penyelenggara, segera lakukan penindakan,” kata Hendarsam dalam keterangan resminya, Jumat 24 Juli 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan keimigrasian, warga negara asing hanya diperbolehkan menjadi kru atau official dalam kegiatan yang menghadirkan artis atau penampil internasional, bukan sebagai pihak penyelenggara acara.

Berdasarkan hasil penelusuran, acara tersebut diselenggarakan oleh Entourage Bali dengan dua WNA yang diduga menjadi penyelenggara, yakni JAS (35), pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) untuk bekerja, serta HQV (37), pemegang ITAS Investor.

Keduanya diketahui telah meninggalkan Indonesia pada Rabu, 23 Juli 2026 malam melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan maskapai KLM dengan tujuan Singapura.

“Saat ini kami telah memasukkan keduanya ke dalam daftar cekal,” ujar Hendarsam.

Selain menjatuhkan penangkalan terhadap kedua WNA tersebut, Kantor Imigrasi Ngurah Rai juga memanggil pihak penjamin atau sponsor mereka, yakni PT SIG.

Dalam proses pemeriksaan, Imigrasi meminta keterangan terkait aktivitas kedua WNA selama berada di Indonesia, termasuk kesesuaian kegiatan yang dilakukan dengan izin tinggal yang dimiliki.

“Apabila penjamin atau sponsor terbukti melanggar ketentuan keimigrasian, akan kami proses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Hendarsam.

Ia menambahkan, setiap kegiatan yang melibatkan warga negara asing harus berlangsung sesuai regulasi tanpa pengecualian. Imigrasi akan terus mengawasi aktivitas orang asing agar tidak melanggar hukum maupun mengganggu ketertiban umum.

“Setiap perlindungan hukum dan pelayanan yang kami hadirkan bermuara pada prinsip Imigrasi untuk Rakyat. Kehadiran negara melalui fungsi keimigrasian harus menjamin keadilan, ketertiban umum, serta kenyamanan masyarakat dari segala bentuk pelanggaran hukum oleh warga negara asing,” tutup Hendarsam. (Seruni/Berita Inspira)**

Tumbangkan Arema FC 1-0, Igor Tolic Sanjung Rekrutan Baru dan Pemain Muda Persib

BANDUNG INSPIRA – Pelatih Persib Bandung, Igor Tolić, mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya usai mengalahkan Arema FC…

editor 25 Jul 2026

Persib Kalahkan Arema FC 1-0 di Laga Pembuka Piala Presiden 2026

BANDUNG INSPIRA – Persib mengawali Piala Presiden 2026 dengan kemenangan. Pangeran Biru menundukkan Arema FC 1-0 pada laga…

editor 25 Jul 2026

Reuni Spesial Adam Alis, Hadapi Arema FC di Laga Pembuka Piala Presiden 2026

BANDUNG INSPIRA – Stadion Si Jalak Harupat akan jadi saksi kisah reuni Adam Alis. Saat persib menjamu Arema…

editor 25 Jul 2026