BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Kota Bandung menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat untuk kategori kota dengan kepemimpinan dan komitmen pengelolaan sampah. Penghargaan itu diberikan dalam sebuah acara di Arcamanik, Kamis (24/07/2026).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengaku bangga dan terkejut atas apresiasi tersebut. Ia menyebut penghargaan ini juga diraih oleh jajaran kelurahan, kecamatan, hingga dinas terkait.
“Ini sebuah kejutan yang sangat membanggakan bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Bandung, karena mendapatkan penghargaan dari Gubernur untuk kategori kota dengan kepemimpinan dan komitmen pengelolaan sampah. Jadi, saya tadi sangat bahagia. Lurah mendapatkan penghargaan, para camat mendapatkan penghargaan, dinas juga mendapatkan penghargaan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jabar. “Ini merupakan sebuah penghargaan yang luar biasa dari Gubernur Jawa Barat. Terima kasih, Pak Gubernur, atas penghargaan dan juga acknowledgement yang diberikan kepada kami semua sebagai salah satu bentuk motivasi agar kami bisa bekerja lebih baik dan lebih keras lagi,” bebernya.
Meski mendapat penghargaan, Wali Kota menegaskan pengelolaan sampah di Kota Bandung belum bisa disebut sukses. Saat ini baru sekitar 30 persen sampah yang mampu dikelola dengan baik.
“Oh, belum. Masih jauh. Sejauh ini, kita baru sekitar 30 persen bisa mengelola sampah. Kami masih menghadapi banyak tantangan, yaitu tantangan anggaran, tantangan pembudayaan, dan juga tantangan infrastruktur persampahan. Bagaimanapun juga, tiga tantangan itu menjadi sangat penting untuk kita perbaiki bersama,” katanya.
Terkait dukungan riset, ia mengapresiasi keterlibatan BRIN atau Badan Riset dan Inovasi Nasional. Menurutnya, kebijakan pengelolaan sampah harus berbasis ilmiah dan bukti.
“Kalau dari BRIN, pada dasarnya semua kebijakan dan kegiatan kita memang harus berbasis ilmiah, berbasis bukti. BRIN memberikan dasar yang sangat kuat untuk kita manfaatkan bersama. Keterlibatan perguruan tinggi dalam hal ini pun sangat kami hargai. Kolaborasi bersama Satgas Citarum Harum juga memberikan manfaat yang luar biasa,” jelasnya.
Sementara, untuk inovasi ke depan, Pemkot akan fokus pada manajemen penerapan teknologi. Ia menilai teknologinya sudah banyak tersedia, tinggal bagaimana diterapkan dan dioptimalkan.
“Inovasi selanjutnya lebih kepada manajemen penerapan teknologi. Teknologinya sudah banyak ditemukan. Tantangannya sekarang ada dua, yaitu penerapan dan optimalisasi. Dengan demikian, penerapan dan optimalisasi itu nantinya akan bermuara pada tata kelola persampahan yang ada di dinas,” ucapnya.
Wali Kota juga mengajak kecamatan lain untuk tidak kalah dengan wilayah yang sudah menerima penghargaan.
“Ya, kecamatan yang lain jangan mau kalah. Kalau sudah ada kelurahan dan kecamatan yang mendapatkan penghargaan, maka yang lain juga harus menggalang semangat supaya bisa diakui prestasinya,” tegasnya.
Ia menyebut Babakan Ciparay dan Gedebage sebagai wilayah dengan tantangan terberat dalam pengelolaan sampah. “Yang paling berat Babakan Ciparay. Gedebage juga tidak ringan sama sekali. Sebetulnya, kalau soal berat, ya rata. Semuanya berat karena tingkat kepadatannya sama,” tandasnya. (Bambang/Berita Inspira)**
