BANDUNG INSPIRA – Gubernur Jawa Barat bersama Wali Kota Bandung, Bupati Bandung, Bupati Bandung Barat, dan Wali Kota Cimahi menggelar rapat koordinasi membahas meningkatnya kriminalitas di Bandung Raya, Rabu 22 Juli 2026.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, berdasarkan data kepolisian, kasus pencurian dengan pemberatan, begal, dan curanmor terjadi merata di empat wilayah.
“Kejahatan jalanan ini terjadi di berbagai daerah perbatasan. Wajar jika masyarakat berpersepsi ‘ah da Bandung-Bandung keneh ya padahal itu terjadi di 4 wilayah berbeda’,” ujar Farhan,Kamis (22/07/2026).
Farhan menjelaskan, Dari data kepolisian, 3 pemicu tertinggi aksi kriminal adalah konsumsi miras dan obat-obatan, terdesak hutang karena judi online, serta ajakan.
“Bahkan kunci T kini populer di kalangan anak SMP untuk latihan membuka motor” tambah Farhan.
Rapat antara Gubernur Jawa Barat dan 4 kepala daerah tersebut, menyepakati beberapa langkah yang harus diambil untuk memberantas begal, Diantaranya:
1. Patroli Gabungan dan Command Center 24 Jam
Patroli gabungan akan dimulai apel pukul 23.00 WIB dan selesai pukul 04.00 WIB. Polresta Bandung mengerahkan 650 personel setiap hari termasuk di 30 polsek.
Kota Bandung akan mengoptimalkan 2 command center milik Dishub dan Kominfo yang dilengkapi speaker untuk memberi peringatan di titik rawan. Piket dilakukan 24 jam.
2. Pengamanan Khusus 6 Titik Rawan
Enam titik di Kota Bandung akan dijaga khusus 24 jam. Yakni Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Nasution, Taman Maluku, Taman Lansia, Taman Cibeunying, Alun-Alun Regol, Alun-Alun Cicendo, kawasan Asia Afrika-Braga, dan depan Pusdai.
Di titik-titik itu akan ditempatkan satuan khusus kepolisian bersenjata untuk mencegah main hakim sendiri.
3. Aktifkan Kembali Siskamling
Polda Jabar telah membentuk Satgas Kamtibmas di seluruh Polres se-Bandung Raya. Konsep community policing atau Polmas akan diaktifkan kembali. Ini dikenal sebagai Siskamling atau “warga jaga warga”.
“Pak Gubernur mengingatkan agar narasi warga jaga warga itu diaktifkan kembali,” kata Farhan.
Farhan juga mengimbau kepala daerah agar tidak reaktif terhadap konten viral.
“Contohnya poster 4 titik rawan. Itu bukan dibuat polisi maupun pemerintah. Respon harus terukur, jangan emosi. Seperti api ketemu bensin,” tegasnya.
Terkait infrastruktur, perbaikan penerangan jalan akan dikoordinasikan antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat.(Bambang/Berita Inspira)**
