KAB.BANDUNG INSPIRA – Rumah Zakat kembali menghadirkan program “Sapa Sekolah” dengan nuansa yang berbeda di SMPN 2 Rancaekek, Kabupaten Bandung. Edisi spesial kali ini memadukan edukasi penting mengenai kesiapsiagaan mitigasi kebencanaan dengan kelas interaktif belajar bahasa Inggris yang dipandu langsung oleh penutur internasional, Kak Saaliha.
Dalam kegiatan yang berlangsung ceria ini, para siswa diajarkan langkah-langkah menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi dan kebaran, sekaligus mempelajari kosakata (vocabulary) dalam bahasa Inggris. Metode belajar sambil bermain (fun learning) yang diterapkan terbukti efektif membangkitkan antusiasme ratusan siswa yang hadir.
Kepala Sekolah SMPN 2 Rancaekek menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif kolaboratif dari Rumah Zakat ini. “Alhamdulillah, kegiatan Sapa Sekolah ini sangat luar biasa. Anak-anak kami tidak hanya mendapatkan pengetahuan krusial tentang cara menghadapi bencana secara dini, tetapi juga termotivasi melatih kemampuan berbahasa Inggris langsung dengan Kak Saaliha. Terima kasih Rumah Zakat,” ungkapnya.
Melalui program Sapa Sekolah ini, Relawan Rumah Zakat berharap dapat mencetak generasi muda yang tangguh, tanggap terhadap ancaman bencana di lingkungan sekitar, sekaligus percaya diri dalam berkomunikasi global.

Selain membekali para siswa dengan pengetahuan vital seputar mitigasi kebencanaan sejak dini yang juga berlangsung di SDN 05 Rancaekek, momentum tersebut juga dimanfaatkan para siswa untuk memperkenalkan kekayaan kebudayaan Sunda kepada tamu internasional, Kak Saaliha.
Dalam sesi mitigasi, siswa diajarkan respons cepat menghadapi situasi darurat bencana. Selepas itu, suasana berganti menjadi ruang diplomasi budaya yang hangat saat para siswa mempraktikkan tata krama Sunda, mengenalkan instrumen musik tradisional, serta kosakata bahasa Sunda halus kepada Kak Saaliha yang tampak sangat antusias mengikuti setiap prosesnya.
Perwakilan komite sekolah mengungkapkan kebanggaannya atas konsep acara yang diusung Rumah Zakat. “Kami sangat bangga anak-anak bisa belajar mitigasi bencana dengan menyenangkan. Di sisi lain, momen ini jadi kebanggaan tersendiri karena mereka bisa menjadi duta budaya dengan mengenalkan adat istiadat Sunda yang penuh nilai kesopanan kepada Kak Saaliha. Terima kasih Rumah Zakat atas kesempatan berharga ini,” jelasnya.
Relawan Rumah Zakat berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan ketangguhan bencana pada diri anak-anak tanpa melupakan akar budaya dan identitas lokal mereka. Rumah Zakat berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi yang variatif dan berdampak luas bagi sekolah-sekolah di Jawa Barat. (Tim Berita Inspira)**
