Waspada Investasi Bodong, Ini Ciri-cirinya

JAKARTA INSPIRA,- Ketua Tim Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing mengatakan masyarakat sebagai investor sebaiknya selalu waspada setiap kali menerima tawaran investasi.

Dia berharap agar masyarakat tidak mudah tergiur langsung menerima tawaran investasi dengan iming-iming imbal hasil tinggi tanpa risiko.

“Jika ada penawaran investasi, lakukan pengecekan 2L yakni legal dan logis. Legal artinya tanyakan izinnya dan logis artinya pahami rasionalitas imbal hasilnya,” kata Tongam dikutip dari laman Bareksa, Senin (21/2).

Tongam menilai masih adanya penawaran investasi ilegal atau investasi bodong, karena melihat potensi ekonomi dan juga penghasilan serta pengetahuan masyarakat. Menurut dia, pelaku investasi bodong tidak mungkin menyasar ke orang tidak punya uang.

“Semakin banyak penghasilan masyarakat, semakin banyak juga penawaran investasi ilegal. Maka, ada baiknya peningkatan penghasilan masyarakat dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan,” kata Tongam.

Nah, agar tidak mudah terjebak investasi bodong atau ilegal ini, sebaiknya harus selalu diingat bahwa manfaat atau imbal hasil setiap produk investasi umumnya baru dapat dirasakan dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, hasil investasi pun akan sebanding dengan risikonya.

“Semakin besar tingkat keuntungan yang ditawarkan, maka akan semakin besar pula risiko yang harus dihadapi (high risk high return),” ucap Tongam.

Tongam mengatakan jika masyarakat menemukan ada dugaan investasi ilegal, jangan ragu untuk menyampaikan informasinya kepada Satgas Waspada Investasi melalui email [email protected]

“Jika masyarakat mengalami kerugian, laporkan kepada Polisi agar dilakukan penegakan hukum dan yang paling penting hindari investasi ilegal,” kata dia. (GIN)