WaliKota Bandung Evaluasi Pengelolaan Infrastruktur dan Parkir Selama Libur Natal dan Tahun Baru
BANDUNGI NSPIRA – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan infrastruktur dan penataan parkir di Kota Bandung selama momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Evaluasi tersebut terutama menyasar kondisi infrastruktur di 17 ruas jalan utama serta persoalan parkir liar yang masih kerap ditemukan di berbagai titik strategis kota.
Farhan menyampaikan bahwa lonjakan aktivitas masyarakat dan wisatawan selama libur panjang membuat Pemerintah Kota Bandung sempat kewalahan dalam menangani beberapa persoalan infrastruktur.
“Evaluasi kemarin memang kita agak tercacar sedikit soal infrastruktur di 17 ruas jalan utama,” ujar Farhan.
Namun, Farhan menjelaskan bahwa Pemkot Bandung telah memprioritaskan pembenahan wilayah permukiman guna meningkatkan kualitas hidup warga. Hingga saat ini, sekitar 60 kelurahan telah mendapatkan penanganan dari total 151 kelurahan yang ada di Kota Bandung.
Untuk mempercepat pemerataan pembangunan, Farhan berkomitmen untuk turun langsung ke lapangan dengan berkantor di lebih dari satu kelurahan dalam satu waktu. “Mulai hari ini saya tidak akan berkantor hanya di satu kelurahan, tapi di dua kelurahan sekaligus,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur, masalah parkir liar juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Farhan menilai bahwa praktik parkir liar tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berdampak pada kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Pemkot Bandung akan mencari berbagai terobosan untuk menyediakan ruang-ruang parkir baru yang lebih tertata dan memadai. “Kita komitmen untuk memberantas parkir liar dan menyediakan ruang parkir baru bagi masyarakat,” tandasnya. (Bambang)**
Foto: Humas Bandung


