Viral Lautan Manusia Nonton Barongsai di Mal, Berujung Sanksi Rp 500 Ribu

BANDUNG INSPIRA,- Animo masyarakat Kota Bandung saat perayaan imlek atau tahun baru China ke 2573 yang jatuh pada Selasa (1/2/2022) cukup besar, bahkan diluar kendali. Buntutnya, Festival Citylink salah satu Mal di Kota Bandung kena sanksi pasca foto yang menampilkan lautan manusia beredar di media sosial saat menggelar aksi Barongsai, Selasa (1/2/2022).

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Asep Ghufron mengatakan, Mal Festival Citylink Kota Bandung terancam disegel lantaran menggelar acara yang mengundang kerumunan pengunjung pada acara atraksi Barongsai dalam mempeingati perayaan Imlek.

“Betul, pada saat itu langsung dibubarkan. Sebetulnya itu mau tiga sesi, tapi jam pertama baru 10 menit kita bubarkan. Satu sesi rencananya 30 menit,” kata Asep di Balai Kota Bandung, Kamis (3/2).

Menurutnya, kegiatan atraksi barongsai di dalam Mal Citylink tersebut tidak memiliki izin dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung. “Kegiatan itu tidak berizin dari Satgas Covid-19 Kota Bandung termasuk informasinya dari polres juga sama (tidak ada izin),” ucapnya.

Asep mengungkapkan, atas kejadian tersebut pihaknya telah menahan
salah satu identitas milik satu orang petinggi manajemen pengelola Mal Citylink Bandung.

Untuk itu, Asep memastikan, Pemerintah Kota Bandung tidak pernah mengizinkan kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan massa di dalam mal lantaran diizinkannya mal beroperasi adalah bagian dari relaksasi pemulihan ekonomi.

“Mal tidak digunakan seperti itu, kita memberikan izin kegiatan mal itu dalam rangka relaksasi pemulihan ekonomi, tidak boleh ada kegiatan action yang mengundang massa begitu banyak,”ujarnya.

Ia menambahkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung juga akan melakukan evaluasi terhadap Satgas Penanganan Covid-19 di dalam mal. “Termasuk itu juga tentang satgasnya berarti satgasnya tidak berperan kalau sampai membiarkan kegiatan seperti itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Yana Mulyana hari ini telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung,
untuk memanggil pengelola mal Festival Citylink buntut kerumunan pengunjung saat acara pertunjukan Barongsai merayakan Imlek, Selasa kemarin. Pemanggilan sekaligus berkenaan sanksi yang akan diberikan.

“Itu sudah kemarin Satpol PP udah menindak termasuk hari ini dipanggil ke kantor Satpol PP,” ujar Yana di Jalan Citarum, Kamis (3/2/2022).

Tidak hanya itu, disampaikannya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung telah menegur dan memperingati pengelola mal untuk tidak membuat kegiatan serupa. Termasuk kepada mal-mal lainnya di Kota Bandung, sesaat setelah acara digelar.

“Tapi sebetulnya dilihat Festival Citylink gak lama-lama sekitar 10 menit penyelenggara membubarkan, gak nyangka animo masyarakat terhadap kegiatan seperti itu yang dua tahun gak pernah ada,” katanya.

Ia memastikan pihaknya tidak pernah memberikan izin kegiatan terhadap acara tersebut. Selain itu meminta mal tidak menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan.

“Kita gak pernah kasih izin. Kita kasih peringatan melalui dinas terkait tidak menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi kerumunan seperti kemarin di Citylink dan Ciwalk,” bebernya.

Sementara itu Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota BandungKepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah mengutarakan tiga mal diketahui telah melanggar protokol kesehatan saat perayaan Imlek Selasa kemarin. Mereka mengadakan acara yang mengundang kerumunan pengunjung.

“Selain Festival City Link ada beberapa mal. Catatan di kami ada dari netizen wartawan yang paling viral Festival Citylink yang lain ada pelanggaran prokes. Total di kami ada tiga yang pasti melanggar prokes,” bebernya.

Ia pun mengaku kaget dengan kerumunan pengunjung di Festival Citylink saat acara Barongsai memperingati Hari Imlek.

Imbas dari kejadian tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Rasdian Setiadi menegaskan Mal Festival Citylink telah dikenai sanksi denda.

“Kami tadi memanggil pihak mal sekitar pukul 10.00 WIB, untuk diberikan sanksi denda Rp 500.000 sesuai Perwal yang berlaku,” paparnya di Balai Kota Bandung, Kamis (3/2/2022).

Selain itu, tambahnya, pihak mal membuat surat pertanyaan tidak akan mengulangi hal serupa.

“Sanksi sekarang ini ketentuan pelanggaran tersebut maksimal denda Rp 500.000, tapi ada Perda yang sedang digodog juga dan mudah-mudahan lebih membuat efek jera dengan nominal yang sebesar-besarnya. Serta berlaku kelipatan saat melakukan pelanggaran berulang,” tandasnya. (TRI)