BERITA INSPIRAHEADLINE NEWSNASIONAL

Tragis! Siswi SD Gresik Buta Permanen Setelah Dicolok Tusuk Bakso

Tragis! Siswi SD Gresik Buta Permanen Setelah Dicolok Tusuk Bakso

BANDUNG INSPIRA – Seorang siswi (8) kelas 2 SD di Menganti, Gresik, harus menghadapi nasib yang memprihatinkan setelah kehilangan penglihatannya secara permanen usai dicolok menggunakan tusuk bakso oleh kakak kelasnya.

Peristiwa ini diungkap oleh ayah dari korban, Samsul Arif (36), ia menjelaskan bahwa kejadian ini berawal saat anaknya yang berinisial SAH mengikuti kegiatan perlombaan Agustusan yang bertempat di sekolahnya. Lalu, korban tiba-tiba ditarik oleh seorang siswa yang diketahui sebagai kakak kelasnya, ia ditarik ke arah lorong yang terletak di antara ruang guru dan pagar sekolah.

Di tempat itu, Samsul menjelaskan bahwa pelaku segera melakukan tindakan kekerasannya dengan memaksa SAH untuk memberikan uang jajannya. Akan tetapi, korban menolak untuk memberikan uang jajannya sehingga membuat pelaku marah dan mencolok mata SAH menggunakan tusuk bakso.

“Karena nggak mau memberikan uang jajan, wajah anak saya ditutupi tangan, kemudian tusuk bakso itu dicolok – colokan dari atas ke bawah di bagian mata kanan anak saya” kata Samsul.

Ia juga melanjutkan, setelah kejadian itu berlangsung putrinya langsung berlari ketakutan dan membasuh matanya dengan air, korban juga sempat mengusap matanya yang terluka dengan seragam.

Saat pulang dari sekolah, korban mengeluh kepada Samsul bahwa mata kanannya tidak dapat melihat dengan jelas. Melihat adanya sedikit luka dan bekas darah di seragam anaknya, Samsul kemudian membawa putrinya ke Rumah Sakit Cahaya Giri untuk dirujuk ke RSUD DR soetomo Surabaya agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa adanya kerusakan yang serius pada pada syaraf mata kanan SAH sehingga korban harus mengalami kondisi buta permanen.

Mengetahui anaknya dalam kondisi yang memprihatinkan, akhirnya pada tanggal 28 Agustus 2023 Samsul melaporkan kejadian ini ke Polres Gresik usai pihak dari sekolah tidak mau memberikan rekaman CCTV saat kejadian berlangsung dengan alasan CCTV rusak.

“Masa saya dilihatkan rekaman CCTV tanggal 25 Mei 2023. Lah selama bulan 6, 7, 8, itu nggak ada rekaman sama sekali, Padahal setelah kejadian itu saya langsung minta lihat secara langsung rekaman CCTV tapi dipersulit. Akhirnya saya laporkan ke Polres Gresik,” ungkap Samsul.

Sementara itu, saat dilakukan mediasi antara pihak sekolah dan keluarga korban, Kepala Sekolah SDN 236 Menganti Gresik, Umy Latifah justru enggan memberi respons dan menolak untuk menemui awak media. Ia terlihat berjalan kaki menuju ruangan kepala sekolah tanpa memberi penjelasan.

“Sorry saya punya hak untuk tidak bicara” kata Umy Latifah.

Untuk menindaklanjuti kasus ini, pihak kepolisian akan mendatangi sekolah korban DI SD Negeri 236 Gresik.

“Anggota masih mendatangi sekolahan dan memeriksa TKP (tempat kejadian perkara). Kemarin, sudah ada empat saksi yang diperiksa,” tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan.

Ia melanjutkan bahwa dalam waktu dekat, pihak kepolisian akan memberikan panggilan kepada guru di sekolah korban agar dapat memberikan keterangan terkait peristiwa ini. (tami)**

About Us

Inspira Media adalah Media Holding yang bergerak di bidang content creator, content management, serta distribusi informasi dan hiburan melalui berbagai platform.