Terminal Cicaheum Periksa 27 Armada Mudik, Semua Lolos Uji Kelayakan
BANDUNG INSPIRA – Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama tim gabungan dari Polda Jawa Barat telah melakukan pemeriksaan rutin (rampcek) terhadap armada bus yang akan melayani pemudik jelang Lebaran 2026. Pemeriksaan menyeluruh ini mencakup administrasi kendaraan, kondisi fisik bus, serta kesehatan pengemudi dan kondektur.
“Periksaannya dilakukan secara bertahap. Hingga hari ini (Senin), bersama tim gabungan Polda Jabar kita sudah memeriksa hampir 27 kendaraan. Alhamdulillah, semua armada yang diperiksa memenuhi standar keamanan dan lolos pemeriksaan,” ujar Asep.
Mayoritas armada yang telah melalui pemeriksaan adalah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan tujuan utama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara itu, pemeriksaan untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang melayani rute seperti Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran, Kuningan, dan Cirebon dijadwalkan dilakukan pada sore hari yang sama.
Dalam pemeriksaan kesehatan terhadap personel, tim menemukan satu kondektur yang menunjukkan potensi hipertensi (darah tinggi), meskipun tidak dalam tingkat yang signifikan. “Kondisi tersebut ditemukan saat kita melakukan pemeriksaan rutin. Kami langsung mengambil langkah preventif dengan mengarahkan kondektur tersebut untuk istirahat dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, agar kondisinya tetap terjaga sebelum kembali melayani,” jelas Asep.
Untuk menyambut arus mudik tahun ini, Terminal Cicaheum telah menyiapkan total 175 armada bus – terdiri dari 165 unit utama dan 10 unit cadangan dari Perum Damri – dengan kapasitas kumulatif mencapai 7.875 kursi. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan terhadap 25 orang pengemudi dan kondektur, termasuk tenaga cadangan untuk rute jarak jauh.
“Selain satu kondektur yang sedang dalam pemantauan kesehatan, seluruh personel lainnya dinyatakan fit dan layak untuk mengoperasikan kendaraan,” ucapnya.
Asep menegaskan bahwa keselamatan pemudik menjadi prioritas utama dalam setiap langkah persiapan. Pihak terminal bekerja sama erat dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memastikan kondisi personel dan kendaraan aman.
“Bila ditemukan armada yang tidak layak atau personel dengan kondisi kesehatan yang membahayakan keselamatan perjalanan, kami akan langsung mengeluarkannya dari operasional dan mengembalikannya ke pool masing-masing. Semua upaya ini kami lakukan demi memberikan pelayanan terbaik dan menjamin keamanan setiap pemudik di jalan,” tegasnya.
Pihak terminal juga akan terus melakukan pengawasan berkala terhadap kondisi fisik kendaraan dan kesehatan personel hingga masa mudik berlangsung. (Bambang)**
Foto: Bambang/Inspira


