Tekan Angka Lonjakan Kasus Aktif di Kota Bandung, Penutupan Jalan Berlaku Mulai Hari Ini

BANDUNG INSPIRA,- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali memberlakukan penutupan jalan serta sistem ganjil genap (gage) dimasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Langkah tersebut dilakukan guna menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Bandung yang terus mengalami lonjakan per harinya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Asep Kuswara menjelaskan, pembatasan mobilitas, diberlakukan ditiga ruas jalan yakni Jalan Lengkong Kecil, Jalan Dipatiukur dan Jalan Tamblong Asia Afrika. Sementara untuk waktu penutupan, berlaku pukul 18.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

“Penutupan ruas jalan dimulai pada Sabtu (12/2) dan Minggu (13/2). Penutupan tersebut berlaku setiap Sabtu dan Minggu,” ungkapnya di Balai Kota Bandung, Kamis (10/2).

Lebih jauh dijelaskannya, alasan dipilih ketiga lokasi tersebut karena berpotensi menimbulkan kerumunan. Bahkan, dua titik diantaranya merupakan lokasi kuliner yang kerap dijadikan tempat berkumpul masyarakat di malam hari.

“Seperti di Jalan Dipatiukur, disana banyak orang yang berjualan sehingga menimbulkan kerumunan. Lalu di Jalan Asia Afrika, disana banyak cosplay dan berada di pusat kota. Lengkong Kecil, disana juga banyak tempat kuliner. Kita melihat tempat-tempat kuliner ini banyak orang yang tidak menerapkan prokes (protokol kesehatan),” paparnya.

Ia juga menambahkan, pembatasan mobilitas ditiga ruas jalan tersebut berlaku selama PPKM level tiga yang dimulai pada Selasa (8/2) lalu. “Nanti akan ada evaluasi terkait penutupan jalan, apakah akan ditambah atau seperti apa. Evaluasi dilakukan per dua minggu,” tuturnya.

Asep juga mengakui, selama 3 pekan tarakhir ini mobilitas kegiatan masyarakat cukup tinggi. Namun, untuk melakukan penutupan jalan, pihaknya menunggu sesuai intruksi yang diberikan pusat.

“Selama ini paling kami lakukan sosialisasi prokes dan juga woro-woro keliling. Kalau untuk penutupan ya belum, masa mendahului. Intinya selama ada lonjakan kasus, kita melihat mobilitas warga memang tinggi,” imbuh Asep.

Sementara untuk pemberlakuan sistem gage dilakukan dilima gate tol yaitu GT. Pasteur, GT. Pasir Koja, GT. Kopo, GT. Buah Batu dan GT. M Toha.

“Untuk ganjil genap berlaku mulai besok atau Jumat (11/2) pukul 14.00 WIB s/d pukul 20.00 WIB,” jelas AKP Anang Suryana Plt KBO Satlantas Polrestabes Bandung.

Selanjutnya, beber Anang, pada Sabtu dan Minggu pun diberlakukan sistem gage yang dibagi dalam 2 shift.

“Sabtu untuk shift 1 berlaku mulai pukul 07.00 WIB s/d pukul 14.00 WIB dilanjut shift 2 yaitu pukul 14.00 WIB s/d pukul 20.00 WIB. Dan shift tersebut pun berlaku untuk hari Minggu,” tambahnya.

Perihal sistem gage di TG pihaknya mengatakan tidak ada pemeriksaan dokumen baik surat jalan ataupun kesehatan. Pasalnya, pengawasan yang dilakukan hanya sebatas pemeriksaan no.pol kendaraan.

“Yang tidak sesuai dengan tanggal saat pengendara beroperasi, maka akan diputar balikan kedaerah asal. Dalam pemberlakuan ini juga kami tidak melakukan penilangan. Melainkan hanya peringatan atau pemberitahuan,” tandasnya. (TRI)