Tanggulangi Sampah Plastik, P&G Lanjutkan Program Conscious Living Selamatkan Lingkungan 

BANDUNG INSPIRA – Sampah sachet, plastik multilayer, dan HDPE yang mengotori lingkungan selama ini karena sulit diproses menjadi salah satu permasalahan yang belum selesai, terkait penanganan sampah. Dampaknya mengakibatkan terjadi kerusakan lingkungan yang mengakibatkan bencana. 

Melalui program Conscious Living P&G Indonesia memilih Octopus Indonesia sebagai platform ekonomi sirkular yang telah memiliki berbagai pengalaman dan telah berhasil dalam menanggulangi sampah dari hulu ke hilir siap melakukan upaya nyata. 

“Langkah tersebut dilakukan guna mencari solusi dari penanggulangan sampah dan memastikan bahwa tidak lagi ada sampah sachet, plastik multilayer, dan HDPE yang mengotori lingkungan,” ungkap Ariandes Veddytarro, selaku Sustainability Champion P&G Indonesia, Rabu (22/6/2022). 

Dijelaskannya, P&G Indonesia bersama dengan start up Octopus dan didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta secara resmi mengumumkan ekspansi ke wilayah DKI Jakarta guna mencapai skala dan menghasilkan dampak yang lebih besar melalui program Conscious Living. 

Untuk diketahui, lanjutnya, program tersebut  merupakan kelanjutan dari program Conscious Living yang sebelumnya telah diluncurkan di wilayah Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober 2021 silam sebagai bentuk pertanggung jawaban P&G atas dampak bisnisnya terhadap lingkungan.

Dalam penanganannya, kemasan sachet atau multilayer dan plastik HDPE dari produk-produk P&G akan dikumpulkan oleh masyarakat provinsi DKI Jakarta atau konsumen P&G, para pengguna akan mengakses aplikasi mereka untuk menyetorkan sampah produk P&G dengan menghubungi pelestari Octopus melalui aplikasi. 

Pelestari kemudian akan datang dan mengambil sampah kemasan produk yang sudah dikumpulkan dan dipilah oleh konsumen. ​​

“Selanjutnya, sampah tersebut akan diserahkan kepada pengusaha pengolah sampah dan sampah yang telah dikumpulkan ini akan di proses dan diolah menjadi sumber energi terbarukan sehingga tidak sampai ke Tempat Pembuangan Akhir,” terangnya. 

Ariandes Veddytarro juga mengaku melalui program pertama di Jawa Barat, pihaknya telah melebihi target 1 tahunhanya dalam jangka waktu 8 bulan. Dimana, menurutnya,  lebih dari 20 ribu penduduk di provinsi Jawa Barat telah menyetorkan 35,1 ton sampah plastik produk P&G kepada partner Octopus Indonesia. 

“Program Conscious Living di provinsi Jawa Barat juga telah menjangkau sebanyak 2.916 pelestari, di mana 54% pelestari merupakan perempuan, dan 54 diantarannya merupakan kaum disabilitas. Program ini pun telah terbukti memberikan dampak ekonomi yang baik bagi para penerima manfaat yaitu dengan memberikan pemasukan tambahan hingga Rp 350.000 – Rp 800.000 perbulannya,” paparnya. 

Sementara, dalam rangka menyambut ulang tahun DKI Jakarta yang ke 495, P&G Indonesia bersama dengan Octopus memberikan hadiah kepada Ibukota dengan turut hadir dan berpartisipasi untuk membantu menanggulangi permasalahan sampah di DKI Jakarta. 

“Program ini adalah hadiah kami untuk ibu kota Jakarta, dimana kami berkomitmen untuk dapat mengelola 40 ton sampah plastik di DKI Jakarta serta melibatkan 30.000 masyarakat DKI Jakarta agar menjaga kelestarian lingkungan dengan menyetorkan sampah rumah tangganya, selain penanggulangan sampah kami pun memiliki target untuk menjangkau 3,500 Pelestari dari berbagai latar belakang profesi hingga kondisi ekonomi guna memberikan manfaat yang baik bagi kehidupan mereka” tambah Ariandes. 

Pada kesempatan yang sama, Moehammad Ichsan, Co-Founder dan CEO Octopus Indonesia mengatakan sangat bangga bahwa Octopus bersama program Conscious Living dapat diperluas ke wilayah DKI Jakarta, selain turut bertanggung jawab untuk mengatasi sampah di DKI Jakarta. 

“Kami membuka luas kesempatan bagi para pihak yang terlibat untuk dapat merasakan manfaat dari nilai-nilai yang dihasilkan terhadap sampah yang dikumpulkan, pihak-pihak tersebut diantaranya adalah konsumen, pelestari dan para pengepul sampah,” tuturnya. 

Lebih jauh ia berharap, melalui program tersebut semakin banyak pihak yang terdampak dan dapat terus berkembang ke wilayah lainnya. Tidak hanya itu, bersama dengan Octopus, program Conscious Living diharapkan dapat mendorong konsumen P&G Indonesia dan masyarakat DKI Jakarta untuk terus memberikan langkah nyata dalam menyelamatkan lingkungan. 

Sementara, Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A selaku Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta menyambut dengan berbahagia saat diluncurkannya Octopus dan program Conscious Living di wilayah DKI Jakarta. 

“Saya mewakili seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mendukung penuh kerjasama antara P&G Indonesia dan Octopus. Hingga saat ini kami memang terus berupaya untuk memfasilitasi masyarakat dan para pelaku usaha untuk mengelola sampah, memanfaatkan, serta mengembangkan hasil daur ulang,” tandasnya. (TRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *