Tak Pernah Dikunci, Masjid Jami Hidayatullah 24 Jam Layani Jemaah di Jalur Pantura
BANDUNG INSPIRA – Masjid Jami Hidayatullah yang berlokasi di Jalan Pantura Ciwaringin, Kecamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, hadir sebagai salah satu fasilitas publik yang ramah bagi para pemudik selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Masjid ini secara khusus membuka layanannya selama 24 jam penuh untuk melayani ratusan musafir yang melintas di jalur utama tersebut. Dengan menyediakan ruang ibadah yang nyaman, toilet bersih, tempat wudu, hingga area istirahat yang aman, masjid ini menjadi tempat singgah favorit bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh antarprovinsi.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Ustaz Abdul Ghofur, menegaskan bahwa kebijakan untuk tidak mengunci pintu masjid sengaja dilakukan demi memudahkan masyarakat yang mengalami kelelahan.
“Kami membuka masjid ini 24 jam agar pemudik tidak kesulitan mencari tempat istirahat. Masjid harus hadir memberi kemudahan, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh,” ujar Abdul Ghofur saat ditemui di lokasi, Selasa (30/12/2025).
Pihak pengelola menyediakan ruang istirahat khusus yang terletak di bagian depan, berdekatan dengan area kantin dan toilet umum. “Toilet umum dan toilet jemaah ini letaknya terpisah, sehingga tidak akan mengganggu jemaah yang sedang beribadah. Selain itu, meski tidak setiap hari menyediakan makanan dan minuman, pada momen tertentu seperti Jumat Berkah, pengurus masjid menyiapkan makanan ringan bagi jamaah dan musafir,” ujarnya.
Menurut Abdul Ghofur, pembukaan masjid selama Nataru dilandasi kepedulian sosial, meskipun momentum ini bukan hari besar keagamaan Islam. “Libur akhir tahun tetap membuat mobilitas masyarakat meningkat. Kami ingin masjid menjadi tempat yang menenangkan dan membantu keselamatan perjalanan,” katanya.
Masjid yang tergolong bangunan baru dan diresmikan pada Ramadan 2024 ini dibangun menggunakan dana pribadi dari Syarif Hidayat dengan visi menjadi tempat yang terbuka bagi kebutuhan sosial.
“Petugas keamanan selalu ada. Semua sisi di masjid ini juga sudah dilengkapi dengan CCTV. Kami memastikan masjid tetap aman, bersih, dan tertib meski dibuka 24 jam. Selain itu, keberadaan petugas juga membantu pemudik yang membutuhkan informasi atau bantuan ringan saat beristirahat,” ujar Soma.
Menurut Soma, selama libur akhir tahun ini, jumlah pemudik yang singgah mencapai ratusan orang. Mereka datang dari berbagai daerah dengan tujuan berbeda, baik untuk mudik, liburan, maupun perjalanan antarprovinsi.
Ia menegaskan, keterbukaan masjid tidak menimbulkan kendala berarti karena didukung kesadaran jamaah dan warga sekitar. “Alhamdulillah, sejauh ini berjalan tertib. Warga juga ikut menjaga,” katanya.
Langkah yang diambil Masjid Jami Hidayatullah ini mendapat apresiasi dari Kementerian Agama karena sejalan dengan program Masjid Ramah Pemudik.
Kasubdit Kemasjidan Ditjen Bimas Islam Kemenag, Nurul Badruttamam, menyampaikan bahwa Kemenag sendiri telah menyiapkan 6.919 masjid serupa di berbagai daerah untuk mendukung keselamatan perjalanan masyarakat selama libur akhir tahun.
Program ini merupakan bagian dari penguatan fungsi sosial masjid sebagai ruang publik yang aman dan inklusif, mencakup aspek ramah lansia, anak, hingga ramah lingkungan, sehingga masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan umat yang nyata di saat dibutuhkan. (Himaya)**
Foto: Soma Sugandi/Google Maps


