Stok Minyak Goreng Kota Bandung Aman

BANDUNG, INSPIRA – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjamin ketersediaan stok minyak goreng kemasan atau premium aman selama 6 bulan kedepan. Untuk itu masyarakat diharapkan tidak panic buying dan untuk tetap bijak dalam memilih serta membeli minyak goreng.

Terlebih, Pemerintah Pusat menggelontorkan stok minyak goreng untuk masyarakat yakni 250 juta liter/bulan dan 1.5 miliar liter selama 6 bulan, sehingga bisa dikatakan ketersediaan banyak.

“Jadi ngapain beli banyak-banyak, nanti juga harganya tetap Rp 14.000/liter dan dijamin 6 bulan oleh Pempus,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah usai meninjau Yogya Sumbersari, Jl. Soekarno Hatta, Rabu (16/2/2022).

“Masyarakat tidak perlu takut tidak kebagian dan malah jadi panic buying. Program ini berjalan sampai enam bulan. Jadi tenang saja. Kami juga punya data ketersediaan minyak di mini market dan supermarket Kota Bandung,” ungkap Elly.

Elly juga membeberkan, data terbaru pekan kedua Februari, Kota Bandung masih memiliki stok minyak goreng sebanyak 780 ribu liter. Diakuinya, stok tersebut akan tetap dikontrol agar semua masyarakat Kota Bandung bisa mendapatkannya secara merata.

“Kamis kemarin, ketersediaannya mencapai 780 ribu liter di Kota Bandung. Kita terus koordinasikan rutin bersama, saya mohonkan semua pimpinan ritel di Kota Bandung harus bisa menyediakan stok minyak goreng untuk masyarakat,” ujarnya.

Berbicara tentang regulasi pembatasan pembelian minyak goreng per orang, Elly mengaku juga menerima masukan terkait isu para pedagang makanan olahan yang membutuhkan lebih dari dua liter per harinya.

“Kebutuhan minyak untuk keluarga itu sebenarnya tidak terlalu banyak ya. 2 liter itu bisa untuk 1-2 minggu. Tapi, untuk para pedangang memang ada isu tersendiri,” katanya.

“Akan kami bahas bersama, apakah untuk para pedagang bisa kita berikan kelonggaran untuk membeli minyak goreng lebih dari 2 liter,” lanjutnya.

Sayangnya, disaat Pemkot Bandung klaim ketersediaan minyak goreng aman, tidak sedikit warga yang merasa kesulitan. Bahkan, dibeberapa kawasan terutama ritel-ritel ketersediaan minyak goreng kosong.

“Kalau pun ada itu harus antri lama, kebetulan ini saya juga sudah nunggu beberapa hari. Karena minyak goreng dirumah habis jadi mau tidak mau ikut antri sampai ke Griya Antapani ini. Padahal rumah saya di Cibiru ,” ungkap Reni (28) warga Cibiru.

Hal yang sama dialami oleh warga Margahayu, bahkan ibu dua anak ini akhirnya rela membeli minyak jenis lain dengan harga Rp 62.000 untuk 2 liter.

“Disini susah malahan sudah semua supermarket dan mini market tapi ga ada stok katanya. Terpaksa beli jenis minyak lain,” beber Kia (32) warga komplek Margahayu Raya ini.

Apalagi, lanjutnya, harga minyak goreng di pasar tradisional masih sangat tinggi dan langka. “Kalau kepasar sama juga, ada beberapa jongko stok minyak habis. Ada juga yang curah dan mahal,” katanya.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Yana Mulyana mengatakan, untuk para pedagang pasar hingga kini belum ada solusi perihal harga yang rata-rata masih mematok Rp 20.000/liter.

Terkait itu, Pemerintah Kota Bandung telah mengajukan surat kepada Direktorat Jendral Perdagangan Dalam Negeri (Ditjen PDN) untuk mengambil langkah menangani masalah ini.

“Memang masih ada yang menjual dengan harga yang lebih mahal karena mereka pakai stok minyak yang lama. Maka dari itu, kami berinisiatif untuk membuat surat pada Ditjen PDN untuk memberikan kebijakan terkait permasalahan ini,” tuturnya.

Saat disinggung apakah ada indikasi penimbunan atau pedagang yang sengaja menjual harga tinggi, pihaknya enggan berkomentar banyak tentang persoalan tersebut. “Kita tidak tahu ya, tapi yang jelas dari hasil tinjauan kita, para pedagang pasar masih memiliki stok harga minyak lama yang cukup banyak,” tandasnya.(Tri Widiyantie)