SMK Pasundan 3 Siap Hadapi Era Digital

BANDUNG INSPIRA,- Sebagai bentuk nyata implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus melakukan penguatan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI).

Komitmen jangka panjang ini dinilai sangat menguntungkan antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Menindaklanjuti hal tersebut, pada hari ini SMK Pasundan 3 yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Dasar & Menengah (YPDM) Pasundan bergerak cepat dan melakukan langkah strategis dengan mengandeng 18 Perusahaan untuk bekerjasama yang saling menguntungkan.

Kepala Sekolah SMK Pasundan 3 Bandung, Drs Saeful Hermansyah, MM dalam sambutannya merasa bersyukur dan bahagia atas jalinan kerjasama dengan pihak industri, hal ini akan memacu semangat sekolah untuk lebih mempersiapkan lulusan terbaiknya sesuai dengan kebutuhan Industri.

Dr. Dadang Mulyana, MS.i selalu Ketua YPDM Pasundan yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa bangganya atas komitmen yang dilakukan oleh SMK dengan dunia usaha, hal ini harus memacu pihak sekolah khususnya SMK untuk bisa memberikan komitmennya yang saling menguntungkan dengan dunia usaha, beliau menitipkan agar proses magang dan kegiatan lainnya bisa dilakukan dengan lebih baik dan berkualitas, sehingga dengan bimbingan dari dunia usaha berharap lulusan SMK Pasundan 3 bisa lebih siap terjun ke dunia usaha.

Kegiatan Penandatangan MOU kerjasama antara SMK Pasundan 3 dengan 18 Perusahaan ini berlangsung di aula SMK Pasundan 3 Jln Kebonjati 31 Bandung dengan protokol kesehatan yang ketat.

Dalam kegiatan Penandatangan ini, Ketua KPID Jabar Dr Adiyana Slamet didaulat menyampaikan tantangan dan Peluang Lulusan SMK di era Digital.

Dalam materinya, Adiyana Slamet menekankan pentingnya kolaborasi lembaga pendidikan dengan dunia usaha untuk dapat menjawab tantangan menghadapi era digital ini.

Berbagai peluang dan keuntungan terbentang luas di depan mata, salah satu data yang tak terbantahkan menurut Adiyana pertumbuhan ekonomi kreatif digital di Jawa barat mencapai 60 %, untuk menghadapi hal tersebut maka dibutuhkan SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi ini.

Adiyana berpesan agar kolaborasi ini tetap terjaga untuk menjawab kebutuhan era digital dalam membentuk ekosistem ekonomi kreatif digital.