Silaturahmi: Kekuatan Membangun Umat

Oleh: Dr. Ace Somantri, M.Ag (Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung)

RISALAH INSPIRA,- Satu dengan yang lain sesama manusia kita semua diciptakan untuk saling mengenali satu sama lain. Beda suku jangan membuat diri kaku untuk bertemu, beda Ras jangan membuat diri tidak tenggang rasa, beda etnis jangan membuat kita sinis, termasuk beda agama semua sama di cipta untuk saling menjaga persaudaraan, apalagi satu agama kita berusaha untuk tetap menjaga ukhwah.

Simpan emosi kita yang hanya membuat malapetaka penuh jumawa karena kita punya balatentara.

Allah SWT memahami dan mengetahui mana yang salah dan yang benar, kita semua berusaha mendekati yang sebenarnya, bukan merasa benar apa lagi paling benar. Saling klaim benar dengan argumentasi masing-masing itu hak intelektual setiap orang, namun harus di sadari kita bukan malaikat yang selalu benar, dan bukan setan yang selalu salah. Melainkan kita manusia penuh hilap dan salah.

Berbeda adalah rahmat, satu tujuan dan cita – cita bersama menuju Taqwa. Berbeda pendapat itu biasa, hanya kadang berbeda pendapatan itu sering membuat sikap beda seperti ada dusta di antara kita. Yang di khawatirkan ketika berbeda faham agama, itu lebih berbahaya apabila satu dengan yang lain saling klaim paling benar dan mengakibatkan huru – hara hingga berujung membuat umat islam terpecah belah dan musuh umat islam tertawa bahagia.

Sudah berabad-abad lamanya fenomena memecah belah umat adalah strategi paling jitu memporak-poranda kekuatan umat beragama, termasuk dalam tubuh umat Islam. Semoga kita semua segera menyadari, bahwa segala bentuk amal kebaikan kita akan sia-sia ketika hanya melahirkan angkara murka pada sesama terlebih seagama.

Umat Islam lalu, hari ini dan hari esok diberbagai belahan dunia berusaha bersama menyatukan visi dan misi untuk kebangkitan peradaban islam yang tertelan masa cukup panjang dan umatnya tidur terlelap seolah tidak terjadi apa-apa, padahal mereka menjadi raksasa yang haus dan rakus. Kita semua saling mengingatkan untuk kebenaran dan kebaikan, berharap menjelma menjadi kekuatan umat.

Jagalah hubungan baik sesama umat islam atas dasar kekuatan tali silaturahmi sesuai syar’i. Kondisi dan situasi yang memancing luka hati satu sama lain segera akhiri, bangun kembali silaturahmi menata situasi dengan nurani bukan dengan emosi. Kita yakin segala sesuatu adalah bentuk sayang dan kasih Ilahi, segala yang terjadi bagian dinamika untuk meningkatkan adrenaline hati menuju kekuatan yang hakiki.

Yakin benar, bahwa kita semua saudara dengan tali silaturahmi tanpa ada sekat batas wilayah, apalagi hanya beda faham. Rosulullah panutan kita, beliau di caci, dan di maki bahkan mau dibunuh tidak pernah dendam kesumat, beliau tetap selalu mendo’akan orang – orang tersebut supaya menjadi orang sholeh.

Berat memang menteladani Nabi, namun tidak ada salahnya kita terus berusaha sebisa mungkin hingga ajal menjemput. Allah SWT Maha Rahman dan Rahim, harus menjadi spirit dan motivasi untuk menanggapi dan mensikapi setiap peristiwa menjadi sebuah ibrah dan hikmah ( pelajaran yang baik) untuk kita dan saudara kita di manapun berada.

Mari bergandeng tangan menatap masa depan, bangun umat bersama dengan kerja nyata memberdayakan satu sama lain hingga tidak lagi ada tetangga dan saudara kita meneteskan air mata. Buat apa kita berdebat ria, usia kita sudah mulai tua renta, fungsi panca indera semakin mereda. Yaa Allah yaa rabb ampuni dosa kami semua, kami sadar kelalaian atas Rahman dan Rahim -Mu.