Ribuan Jemaah Antusias Ikuti Salat Ied Perdana di Balaikota Bandung
BANDUNG INSPIRA- Plaza Balai Kota Bandung menjadi saksi sejarah pelaksanaan Salat Idulfitri yang pertama kali diadakan di lokasi tersebut, Sabtu (21/3/2026). Momen ini langsung mencuri perhatian warga karena menghadirkan suasana ibadah yang berbeda: terbuka, sejuk, dan berada di pusat Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan pelaksanaan salat berjalan lancar sejak dimulai pukul 06.30 WIB hingga selesai sekitar pukul 07.20 WIB. Ia menyebut, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan.
“Atas nama pribadi dan keluarga, saya mengucapkan selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Farhan saat ditemui di lokasi usai pelaksanaan salat.
Pemilihan Plaza Balai Kota sebagai lokasi ibadah bukan tanpa alasan. Farhan menilai kawasan Balai Kota Bandung, memiliki keunggulan dari sisi kenyamanan, terutama udara yang sejuk dan ruang terbuka yang luas sehingga mendukung pelaksanaan ibadah berjemaah.
Menurutnya, suasana yang tercipta justru memberi pengalaman baru bagi masyarakat. Selain beribadah, warga juga bisa menikmati kebersamaan secara santai, bahkan membuka peluang kegiatan seperti botram atau makan bersama usai salat.
Farhan juga mengaitkan konsep ini dengan arahan pemerintah pusat agar kegiatan open house tidak dilakukan secara berlebihan. Dengan menggabungkan salat dan silaturahmi di satu tempat, ia menilai konsep ini lebih sederhana namun tetap bermakna.
“Open house yang paling pas ya di sini, sekalian dengan tempat salat,” katanya.
Warga terlihat antusias mengikuti salat di lokasi Balai Kota Bandung. Banyak di antara mereka yang datang bersama keluarga, memanfaatkan ruang terbuka sebagai tempat berkumpul sekaligus merayakan hari kemenangan.
Penggunaan Plaza Balai Kota ini pun dinilai sebagai langkah inovatif dalam memanfaatkan ruang publik untuk kegiatan keagamaan berskala besar. Selain efisien, konsep ini juga dinilai lebih inklusif karena mudah dijangkau masyarakat.
Meski demikian, Farhan menegaskan konsep ini tidak akan diterapkan untuk semua momentum hari besar Islam. Untuk Iduladha, misalnya, pelaksanaan salat tetap akan difokuskan di masjid.
Hal itu berkaitan dengan rangkaian kegiatan Iduladha yang mencakup penyembelihan hewan kurban, sehingga membutuhkan fasilitas yang lebih memadai dibandingkan ruang terbuka plaza.
Namun untuk Idulfitri, Farhan membuka peluang menjadikan Plaza Balai Kota sebagai lokasi tetap pelaksanaan salat di tahun-tahun mendatang. “Kalau Idulfitri, insya Allah akan di sini terus,” ucapnya.
Rencana ini sekaligus menjadi sinyal Pemerintah Kota Bandung tengah mendorong pemanfaatan ruang publik yang lebih fleksibel dan fungsional, termasuk untuk kegiatan keagamaan.
“Respons positif dari masyarakat pada pelaksanaan perdana ini, bukan tidak mungkin Salat Idulfitri di Plaza Balai Kota Bandung akan menjadi tradisi baru yang dinantikan warga setiap tahunnya,” ujar Farhan. (Bambang)**
Foto: Bambang/Inspira


