RSHS Bandung Rawat 10 Pasien Super Flu, Warga Diminta Tidak Panik
BANDUNG INSPIRA – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memastikan bahwa 10 orang yang terpapar penyakit influenza A subcLade K atau Super Flu telah mendapatkan perawatan medis. Hal itu diungkapkan Ketua Tim Pinere RSHS Bandung, dr. Yovita Hartantri, pihaknya telah melakukan surveilans khusus pasien dengan gejala influenza sejak 2024 untuk mengantisipasi wabah dan memastikan respons cepat dan efektif.
Sejak 2024, ia menyebut pasien yang hendak berobat ke RSHS Bandung harus menjalani screening pelayanan gejala. Jika ada pasien yang mengalami batuk, demam, pilek, nyeri kepala, dan sesak, maka akan dilakukan swab.
“Jadi tidak hanya pada saat pandemi, setelahnya juga kami lakukan sehingga kami mempunyai data kasusnya di tahun 2025 ini, angka kejadian dari Influenza khususnya Influenza A itu meningkat,” kata dia di RSHS Bandung pada Kamis (8/1/2026).
Yovita menyebutkan, peningkatan kasus influenza A tercatat terjadi mulai dari awal tahun 2025 hingga puncaknya pada bulan Oktober. Namun, pada November, trennya mengalami penurunan. Sampel-sampel hasil pemeriksaan pasien yang terpapar influenza A dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan untuk diteliti lebih lanjut.
Dari data yang diperoleh, 8 orang terjangkit Super Flu pada Oktober 2025 dan 2 lainnya terpapar di bulan November. Kasus Super Flu ini bervariasi, dengan usia pasien yang berbeda-beda, termasuk 2 anak kecil berusia 9 bulan dan 11 tahun. Sementara itu Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Hasan Sadikin Bandung, dr. Iwan Abdul Rachman, meminta masyarakat agar tetap tenang dan menerapkan protokol kesehatan.
Ia juga mengingatkan bahwa pencegahan sejak dini merupakan upaya terbaik yang dapat dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat. Bagi mereka yang merasakan gejala influenza A, agar segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.
“Bila dirasakan gejala dari flu ini berat, kami persilakan untuk datang ke fasilitas kesehatan khususnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Tapi yang paling penting, kami menyarankan kepada masyarakat untuk tidak usah panik”Tambahnya.
Iwan juga mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan sejak dini merupakan upaya terbaik yang dapat dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat. Namun, bagi mereka yang merasakan gejala influenza A, agar segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.
“Bila sudah timbul gejala, kita lakukan pencegahan agar tidak menular kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Bila gejalanya dirasakan bertambah berat, segera datang ke fasilitas kesehatan. Tidak perlu panik, semoga kita selalu diberi kesehatan,” tutupnya. (Bambang)**
Foto: Bambang/Inspira


