BERITA INSPIRAHEADLINE NEWSNASIONAL

Roadshow Harsiarda 2023: Sudah Optimalkah ‘Program Ramah Anak dan Perempuan’?

BANDUNG INSPIRA – Roadshow seminar peringatan Hari Penyiaran Daerah (Harsiarda) 2023 kembali digelar Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat yang bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat untuk titik ketujuh yang berlangsung di Kampus Fisip Unpas, Rabu (31/6/2023).

Mengangkat tema ‘Program Ramah Anak dan Perempuan’ seminar diisi oleh tiga narasumber yaitu M.Sudama Dipawikarta selaku Koordinator Bidang ISI Siaran KPID Jawa Barat, Atip Rohyana selaku Ketua JRK Jawa Barat dan Almadina Rakhmaniar selaku Ketua Tim Peneliti Unpas.

Dalam paparannya M.Sudama Dipawikarta mengatakan, apakah setelah sensor dijamin tidak ada masalah belum tentu juga. Dijelaskannya, ada ketentuan yang bernama Amanat Program Siaran.

“Yang berisi tentang siaran wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan amanat, untuk pembentukan inteltualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia,” bebernya.

Terlebih, katanya, masyarakat apalagi anak-anak belajar dari apa yang dilihat dan didengar. “Anak-anak biasanya akan meniru apa yang dilihat dan yang didengar. Daya kritis mereka belum terbantuk, jam mengkonsumsi tayangan tinggi, sementara isi konten banyak yang tidka aman untuk anak. Sementara peran orang tua belum optimal,” terang Dipa.

Disamping itu, ia menyebutkan, bicara terkait program ramah anak dan perempuan yaitu program siaran dalam memuliakan perempuan. “Hati-hati untuk konten terkait Sara, Norma kesopanan dan kesusilaan, hak privasi, perlindungan kepada anak dan perempuan, muatan seksualitas, kekerasan, rokok, Nafza, minuman beralkohol, perjudian, mistik, horor supranatural,” tuturnya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Atip Rohyana menyebutkan siaran radio komunitas memiliki peran dalam program ramah anak dan perempuan. “Terlebih kami melibatkan perempuan untuk siaran. Selain itu juga kita menghasilkan produksi program dari anak-anak secara langsung dan wanita,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam sambutan, Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet memaparkan, tema besar dari Harsiarda 2023 yaitu Penyiaran Sejahtera Jawa Barat Juara.

“Jawa Barat ingin menunjukan pentingnya lembaga penyiaran, karena itu kita menggagas acara Anugerah Penyiaran termasuk peringatan Harsiarda. Karena apa? Jawa Barat merupakan miniaturnya lembaga penyiaran di Indonesia mengingat jumlah lembaga penyiaran di Jawa Barat yang terbanyak itu 437,” katanya.

Perihal tema “Program Ramah Anak dan Perempuan’ Adiyana mengatakan isi siaran harus melindungi kepentingan anak dan perempuan. “Ada temuan yang kita dapatkan program melanggar regulasi penyiaran diantaranya melanggar klasifikasi umur. Bahkan belum lama ini, salah satu TV induk karingan terbesar menayangkan perempuan tidak berbusana saat breaking news, hal-hal seperti ini yang harus kita awasi dan tindak,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid IKP Diskominfo Jawa Barat, Faiz menuturkan, penyiaran harus menjadi bagian terpenting, karena punya andil besar terhadap pola pikir masyarakat. “Hari penyiaran itu penting untuk diperingati, karena sebagai pengingat bahwa lembaga penyiaran memiliki peranan penting ditengah kemajuan informasi kepada masyarakat,” tandasnya.

Rangkaian Roadshow Seminar merupakan kegiatan yang digelar di tujuh kota selama dua pekan antara lain diawali di Fikom Unpad Jatinangor pada Selasa (23/6/2023), Universitas Gunadharma (Depok) Rabu (24/6/2023), Kampus UMMI (Sukabumi) pada Rabu (24/6/2023), STAI AL BADAR (Purwakarta) pada Kamis (25/6/2023), RCTI Cirebon Senin (29/6/2023), Radar Tasik TV pada Selasa (30/6/2023) dan Fisip Unpas pada Rabu (31/6/2023).

Seperti kita tahu Hari Penyiaran Daerah bermula dari pertimbangan bahwa pada 1 April 1933 di Kota Solo, Jateng, telah didirikan Lembaga Penyiaran Radio milik bangsa Indonesia yaitu Solosche Radio Vereeniging (SRV) yang diprakasai oleh KGPAA Mangkunegoro VII, serta adanya deklarasi Hari Penyiaran Nasional pada 1 April 2010 oleh para pemangku kepentingan di bidang penyiaran, dan untuk mewujudkan tujuan penyatan nasional, pemerintah memandang perlu menetapkan Hari Penyiaran Nasional.

Atas pertimbangan tersebut, pada 29 Maret 2019, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2019 tentang Hari Penyiaran Nasional. “Menetapkan tanggal 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional,” bunyi diktum PERTAMA Keputusan Presiden itu. Ditegaskan dalam Keppres tersebut, Hari Penyiaran Nasional bukan merupakan hari libur.

“Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” bunyi diktum KETIGA Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 yang ditetapkan pada 29 Maret 2019 itu. (Tri Widiyantie)**

About Us

Inspira Media adalah Media Holding yang bergerak di bidang content creator, content management, serta distribusi informasi dan hiburan melalui berbagai platform.