Rame Larangan Anak Masuk Masjid di Medsos, Masjid Raya Bandung Klaim Ramah Anak

BANDUNG INSPIRA,- Larangan anak-anak ke masjid kembali muncul di media sosial sekarang ini, terlebih saat pelaksaan sholat terawih. Akhirnya, tidak sedikit yang mengecam aturan atau larangan membawa anak ke masjid tersebut.

Salah satu akun yang memposting larangan tersebut yaitu @tausiyahcinta_ dalam foto yang dipost tertulis ‘Perhatian, Dilarang Bawa Anak Kecil, Ganggu yg Lain!’ sontak netizen pun lempar komentar tajam.

Dalam feed tersebut tertulis ‘Hilangnya Malaikat Masjid’, “pengusiran anak-anak di masjid sudah menjadi hal biasa di Indonesia, mata-mata tajam dan bahkan kata-kata kasar yang dikeluarkan penjaga masjid,” tulisan dalam captionnya.

“Jika anak-anak berlari dan tertawa didalam masjid itulah ciri khasnya. Tetapi kalau yang berlari dan tertawa itu orang tua itulah layaknya yang diusir,” lanjutnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang Idaroh DKM Masjid Raya Bandung, Edi Komarudin angkat bicara, menurutnya kehadiran anak-anak bukanlah satu gangguan di masjid. Pihaknya menegaskan, Masjid Raya Bandung tidak melarang anak-anak untuk datang dan ikut ke masjid.

“Kami tidak melarang anak-anak,” tegasnya, Kamis (7/4/2022).

Edi juga mengklaim Masjid Raya Bandung yang berada di Alun-alun Bandung tersebut adalah masjid ramah anak. Dimana anak-anak diperbolehkan masuk dengan pengawasan orang tua.

“Kami juga menganjurkan agar anak-anak diawasi oleh orang tuanya selama singgah di masjid,” tambahnya.

Bahkan, menurutnya, ketika ada pihak-pihak yang memberlakukan larangan dimasjid, itu sama saja tidak memberikan edukasi yang baik. “Seharusnya sejak dini anak-anak diperkenalkan dengan masjid dan juga cinta masjid,” tuturnya.

Apalagi, katanya, orang tua pasti bisa mendampingi anak-anaknya dengan baik. Sehingga ungkapan atau komentar anak-anak mengganggu itu tidak ada.

“Perlu adanya pemahaman dari para pengurus masjid terkait itu. Karena sejak dulu kehadiran anak-anak di masjid itu sudah menjadi hal yang umum. Bukan lagi menjadi hal yang harus diperdebatkan,” tandas Edi. (Tri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.