Puluhan Rumah Rusak Disapu Angin Puting Beliung di Sekeloa, BPBD Bandung Lakukan Penanganan Cepat
BANDUNG INSPIRA – Puluhan rumah warga di kawasan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, rusak akibat angin puting beliung yang terjadi pada Minggu (30/11) sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung menyebut tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga berat.
BPBD menerima laporan kejadian pada pukul 13.45 WIB dari aparat kewilayahan, kemudian menerjunkan tim untuk melakukan kaji cepat. Tim BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB untuk menilai dampak bencana sekaligus mengoordinasikan penanganan bersama pihak kelurahan, RT/RW, dan unsur relawan.
“Dampak kerusakan ini terjadi di RW 04, hingga meluas ke RW 03 dan RW 15,” ujar Kepala BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (1/12/2025).
Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, total 33 rumah dilaporkan terdampak. Di RT 01–02 RW 04, terdapat 23 rumah yang rusak, terdiri atas 3 rumah rusak berat, 4 rumah rusak sedang, dan 16 rumah rusak ringan. Sementara itu, di RW 03 tercatat 9 rumah rusak yang tersebar di RT 06, RT 07, dan RT 08. Di RT 02 RW 15, satu rumah mengalami kerusakan sedang setelah tertimpa panel tower.
Didi memastikan tidak ada laporan warga mengungsi, terluka, maupun korban jiwa. Namun sejumlah rumah mengalami kerusakan pada bagian atap dan struktur, sehingga berpotensi kembali terdampak apabila hujan turun di malam hari. Sementara dari keterangan warga, hujan deras yang disertai angin berputar terjadi antara pukul 13.20–13.45 WIB. Hembusan angin kencang membuka atap rumah, merusak bangunan ringan, dan menumbangkan beberapa material.
BPBD Kota Bandung masih melakukan pemantauan lanjutan dan menyiapkan penyaluran bantuan tambahan apabila diperlukan. Proses verifikasi data kerusakan terus diperbarui untuk laporan resmi dan tindak lanjut penanganan. BPBD juga bersama relawan RCT dan Tagana telah melakukan pendataan, penilaian kerusakan, dan pengamanan area terdampak. “Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan menjauhi area rumah yang masih berpotensi roboh,” tandas Didi. (Fahmi)**
Sumber Foto: Prokal


