Program Masjid: Peduli Anak dan Jamaah

Oleh: Dr. Ace Somantri, M.Ag

RISALAH INSPIRA,- Sejak nabi Muhammad SAW, masjid bukan hanya tempat Shalat secara formal, melainkan menjadi pusat gerakan pembaharuan beragama berbagai bidang hidup dan kehidupan. Catatan tegas dan jelas, wahyu memberikan isyarat kepada umat Islam, bahwa belajar dan pembelajaran menjadi pertama dan utama, al Qur’an sejak 1.400 tahun yang lalu menjelaskan berbagai cara dan strategi umat Islam menang melawan hawa nafsu diri dan para pengikutnya hingga mampu membangun peradaban dunia penuh gemilang cukup 23 tahun.

Ada catatan bagi pengurus ta’mir Masjid, warga jamaah yang ada di sekitarnya dan menjadi umat nabi Muhammad SAW wajib menjaga peradaban yang sudah terbangun. Berbagi varian gerakan pembangunan dan pengembangan masyarakat Islam dari sejak awal Islam pendekatan komunikasi dan silaturahmi, peduli berbagi, memahami dan mengerti, sehati dan mengikuti, tidak menyakiti dan membenci, dan tetap saling menasehati. Nabi wajib di teladani, tugas nabi membenahi sikap dan prilaku umat yang banyak mengingkari Ilahi. Rupa warna, macam dan ragam prilaku manusia cara mendekati Ilahi. Saat yang sama, umat islam kebanyakan menerima ajaran lebih banyak di warisi tanpa mempelajari. Bahkan berhenti ketika tidak mengerti, bukannya belajar kembali menjadi santri bertholabul ilmi.

Masjid bukan milik warga apalagi seorang diri hanya karena kita berinfaq dan shodaqoh, karena zakat, infaq, shodaqoh maupun jariyah yang di keluarkan hakikatnya bukan milik kita melainkan milik Sang Pemilik Jagat raya serta isinya, apa yang dikeluarkan sekali lagi bukan milik kita…!, Bahkan bisa jadi ada harta bukan milik kita masih ada saku dan dompet kita. Dengan logic thingking tersebut, bahwa dapat dan bisa di fahami bahwa masjid adalah milik Allah SWT. Apabila ada yang mengaku dan mengklaim masjid milik warga dan seseorang tidak tepat, umat Islam hanya diberi amanah untuk meta’mirkan yang bedampak pada kualitas berislam. Di antara kegiatan ta’mir masjid yang harus difokuskan di era global saat ini :

1. Menjalankan pembelajaran anak-anak usia belia menyongsong generasi yang mengerti dan peduli dengan pendekatan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Ali Bin Abi Thalib, mengatakan didiklah anak sesuai jamannya.

2. Menjalankan pemberdayaan kesejahteraan umat fakir dan miskin secara hartawi untuk menjadi dernawan.

3. Pengelolaan dana Masjid menggunakan sistem aplikasi keuangan. Penggunaan digunakan selain pemeliharaan fisik, difokuskan pada pendidikan dan pemberdayaan ekonomi umat.

Program masjid berkaitan peribadatan sudah berjalan seperti biasanya, tata dan cara sudah disampaikan 14 abad yang lalu, apabila masih ada yang belum faham dan mengerti, malu untuk bertanya banyak media yang dapat di akses diberbagi link yang tersedia. Kemampuan memobilisasi potensi dan kekuatan jamaah dalam memanfaatkan keahlian-keahlian jamaah saat ini lebih dipentingkan. Semoga Allah SWT dengan Rahman dan Rahim-Nya memberi inspirasi dan motivasi untuk menjadi khairu ummah. Aamiin