Potret Manusia Masa Kini Ibadat ‘Demit’ Dimata Seniman Ramadhan Bouqie

BANDUNG INSPIRA,- Seniman Tatang Ramadhan Bouqie sukses merefleksikan pikirannya kedalam 77 karya ilustrasi yang menggambarkan sebuah kehidupan. Kehadiran manusia dengan beragam kepentingan menjadi objek dalam karya hitam putihnya.

Dari 77 karya yang dicoretkanya dalam material kertas, Ramadhan Bouqie berhasil dengan detail menggambarkan kondisi pergerakan zaman. Sebuah sosok ‘demit’ ia pilih sebagai analogi sosok yang ditampilkan dalam puluhan karyanya yang ia pajang di Gedung YPK selama sepekan sejak 30 Januari lalu. Hingga ia pun memilih tema “Sirkus Demit” pada pameran tunggalnya itu.

“Dalam persepsi saya, kehidupan kita ini sebagai bangsa satu negara masuk dalam kondisi bergerak dan berjalan. Seperti sebuah sirkus berjumpalitan, lalu kenapa demit karena ada nakalnya curangnya jahatnya, ada karakter demit yang saya pahami. Disitulah gambaran sosok manusia sekarang ini,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, banyak yg bilang hantu sering kali tidak keliatan. Sekarang ini demit keliatan berwujud manusia. “Bisa dikatakan itu merupakan gambaran pergulatan manusia dari sejak era reformasi sampai sekarang. Bahkan disegala lini yakni sosial, ekonomi, budaya, politik. Dimana melibatkan semua elemen, semua kalangan,” paparnya.

Saat disinggung perihal karya ilustrasi yang dibuatnya dan memilih warna hitam putih, menurutnya, kartmya ilustrasi saat ini kurang begitu dilirik. Dan dia mencoba untuk mengilustrasikan cikal bakal kegiatan seni rupa dua dimensi.

Terlebih, seperti yang disinggungnya dalam perkembangannya di masyarakat Indonesia, penerimaan terhadap seni ilustrasi justru berbeda.

“Ada seperti diskriminasi dalam seni. Banyak orang lebih menghargai karya seni lukis dibanding ilustrasi. Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan alternatif guna mengapresiasi kepada publik,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, tokoh enterpreneur, Perry Tristianto hadir dan berdiskusi terkait produk idealis dan bisnis. Perihal karya ‘Sirkus Demit’ ia pun menjelaskan, karya tersebut memiliki tujuan yang sangat bagus agar orang jangan sampai menjadi seperti demit yang merusak. Semua demit, ucapnya, memiliki gambaran yang menyeramkan.

Tidak hanya dari sisi karya, Perry juga mengimbau seniman lainnya serta generasi muda untuk senantiasa memperhatikan marketing dalam setiap kegiatannya apalagi seniman.

“Para seniman juga harus tahu momen yang sedang hits untuk bisa dikreasikan dalam seni,” tandasnya. (TRI)