Plant Parenting: Merawat Tanaman, Merawat Diri
BANDUNG INSPIRA – Belakangan ini, tanaman bukan cuma jadi hiasan rumah. Banyak anak muda mulai jadi plant parent, orang yang dengan penuh perhatian merawat tanaman layaknya merawat diri sendiri.
Tren ini muncul sejak masa pandemi, ketika banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dan mencari cara baru untuk menenangkan pikiran. Dari monstera, sirih gading, sampai sukulen mungil di meja kerja, semua jadi simbol ketenangan dan kehidupan.
Merawat tanaman ternyata punya efek positif buat kesehatan mental. Aktivitas sederhana seperti menyiram atau mengganti pot bisa menurunkan stres dan membuat pikiran lebih fokus. Warna hijau dari tanaman juga dikenal membantu menenangkan mata dan pikiran setelah seharian menatap layar.
Buat banyak orang, tanaman jadi pengingat bahwa hal kecil yang dirawat dengan sabar bisa tumbuh indah pada waktunya.
Plant parenting juga bisa jadi bentuk self-care. Saat seseorang menanam, menyiram, dan merawat, mereka belajar menghargai proses bukan hasil cepat. Tanaman nggak tumbuh dalam semalam, sama seperti diri kita yang butuh waktu buat berkembang.
Memiliki tanaman di rumah membantu mereka merasa lebih ‘hidup’. Ada rasa puas tersendiri ketika melihat daun baru tumbuh, seolah jadi simbol kemajuan kecil dalam hidup.
Plant parenting mengajarkan hal-hal sederhana yang sering terlupakan seperti sabar, konsisten, dan tahu kapan harus berhenti sejenak. Nggak semua hal bisa dipaksakan baik tanaman maupun diri sendiri butuh waktu buat tumbuh.
Jadi, kalau kamu lagi penat atau butuh ruang napas, coba deh mulai dari yang kecil. Tanam satu, rawat, lihat dia tumbuh. Karena mungkin, lewat daun yang tumbuh perlahan, kamu juga belajar untuk menyiram sisi dirimu yang sempat kering. (Adelya) **
Ilustrasi: Pinterest by Gin


