Peta Pola Ruang Tak Dipublikasi Jelas, Pemkab Bandung Barat Tutupi Pertambangan di KCAG?

BANDUNG BARAT INSPIRA,- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) Kabupaten Bandung Barat (KBB) datangi Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) KBB, pada Senin (7/2).

Kedatangannya bertujuan untuk memasukan surat permohonan informasi keterbukaan publik untuk mendapatkan peta pola ruang yang terlampir dalam Perda Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) KBB. Sebab, kondisi gambar peta pola ruang yang beredar tidak begitu jelas.

“Kami perlu peta pola ruang RTRW Kabupaten Bandung Barat yang asli. Karena yang beredar selama ini resolusinya kurang bagus,” kata Ketua Hima Persis KBB, Hilman Fauzi.

Dia juga mempertanyakan ketiadaan peta pola ruang yang tidak dipublikasi dengan jelas secara umum. Menurutnya seperti ada yang disembunyikan.

“Kami menyayangkan kenapa peta pola ruang yang harusnya terlampir pada perda RTRW yang di-publish, tidak pernah di-publish oleh pemerintah. Seperti ada yang ditutup-tutupi,” tutur Hilman.

Di samping itu, Hilman menuturkan bahwa pihaknya temukan ketidaksesuaian antara peta pola ruang dan pasal dalam Perda RTRW KBB. Terutama soal Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG).

“Berdasarkan peta KCAG, sebetulnya cagar alam geologi ini ada dua titik yakni di Desa Padalarang dan Gunung Masigit. Tapi di Perda RTRW KBB tahun 2012 pasal 31 ternyata hanya 1 titik saja, yaitu di Gunung Masigit,” kata Ketua Hima Persis KBB Hilman Fauzi, Senin (7/2).

Namun, Hilman menemukan dua perusahaan tambang yang masih beroperasi di Gunung Hawu dan Pabeasan. Diketahui, kedua gunung karst itu terletak di Desa Padalarang. Yang mana menurut peta pola ruang, desa tersebut merupakan KCAG.

“Kami curiga pemerintah mau menutup-nutupi dua perusahaan tambang yang masih beroperasi di kawasan KCAG,” katanya.

Padahal dalam aturannya, menurut Hilman, KCAG tidak bisa dijadikan kawasan pertambangan.

“Seharusnya di situ jadi kawasan terlarang untuk ditambang,” katanya.

(GIN)