Pers Kini dan Hari Esok

Oleh: Dr. Ace Somantri, M.Ag

INSPIRA,- Pers dikenal dikenal dalam dunia informasi secara substansi sejak adanya sekelompok komunitas manusia yang saling berbagi informasi, di situ ada komunikasi dan informasi yang didapatkan dari pihak – pihak yang berinteraksi. Informasi dan komunikasi secara lisan sebuah awal dari informasi dan komunikasi yang dikembangkan dalam bahasa tulisan.

Informasi yang disampaikan melalui lisan selanjutnya di rekam dalam bahasa tulisan dengan tema dan pokok bahasan di kembangkan dengan susunan kata dan kalimat lebih praktis dan sederhana, hal itu supaya mudah di cerna dan dapat di pahami pesan-pesan dari informasi yang dimaksud. Faktanya, tidak setiap manusia menerima pesan dapat menahami hanya lisan saja, karena kadang pemberi pesan lisan tidak memiliki kemampuan mengolah kata dan kalimat yang praktis dan sederhana juga mudah di fahami.

Pers dalam perjalanan sejarahnya, mulai dalam bentuk cetak hingga elektronik maksud dan tujuannya untuk menjadi media informasi yang disampaikan kepada publik, agar masyarakat mengetahui apa yang terjadi, tempat kejadian dan apa pesan dari informasi tersebut untuk masyarakat tersebut. Saat ini, media informasi dan komunikasi sejak abad 20 peranan Pers sangat vital sebagai media informasi yang menjadi pusat informasi yang memiliki bobot kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan.

Namun, seiring perjalanan waktu tidak terasa sikap prilaku para pemberi pesan media masa atau lebih di kenal dengan Jurnalis, dalam praktiknya ada oknum-oknum jurnalis dan pengelola media informasi melakukan pelecahan pada lembaga Pers itu sendiri, hal itu kadang ada beberapa media informasi membuat informasi yang tidak jujur dan adil hanya karena untuk pesanan pihak-pihak tertentu dalam rangka kepentingan yang bersifat sesaat atau pragmatis. Hal itu tidak bisa di pungkiri, karena bukan media masanya berprilaku buruk melainkan para pengelola dan jurnalisnya yang melakukan kebohongan informasi dan komunikasi.

Apalagi sejak Dunia Digital menguasai angkasa maya, peran dan fungsi media informasi berkembang seperti berkembangbiaknya mahluk melata yang sekali melahirkan ribuan anak. Ribuan bahkan jutaan media masa dalam dunia maya sudah tidak terhitung dengan tangan dan kalkulator. Media masa sosial tidak bisa digunakan bendung dengan aturan, informasi dan komunikasi dengan model mainstream dan konvensional lambat laun akan mati tinggal kenangan.

Banyak pengelola media masa yang tidak cepat migrasi dengan situasi dan kondisi akhirnya sedikit demi sedikit melebur dan menghilang. Pernah salah satu holding media di Indonesia, aset pabrikasi media masa cetak manual, tidak terasa sudah matimati tidak memiliki eksistensi seperti yang sudah mati. Yang berjalan saat ini media masa berbasis digital, yang lebih ngeri lagi media sosial dalam smart phones dalam waktu satu detik atau satu menit masyarakat langsung mendapatkan informasi.

Ke depan Pers sebagai media, walaupun sudah di preteli oleh media masa berbasis media sosial berasal dari smart phones dan android. Itu sebuah konsekuensi ketika media masa formal dengan kode etiknya tidak di jaga dan sistem digitalnya tidak di upgrade akan mati dan sirna di dunia. Yaitu penguatan sistem teknologi media masa menjadi harus atau wajib mengembangkan media informasi berbasis komunitas dan jamaah. Isi beritanya ringan dan tidak jelimet, faktual dan terpercaya.

Di hari Pers Nasional, semoga kejujuran dan keadilan informasi dan komunikasi tetap di jaga sesuai kapasitas dan integritas dalam pengelolaan media masa. Jangan kaget, apabila terlihat indikasi yang melanggar pihak – pihak terkait. Pers sebagian media informasi tidak boleh berhenti karena tidak ada materi, karena Pers salah satu jantung yang vital dalam mediasi dan moderasi kebijakan pemerintah dengan elemen masyarakat. Selamat hari Pers Nasional semoga tetap jujur dan adil dalam memberi informasi.

(GIN)