Pemkot Bandung Tambah 25 Unit Mesin Pengolah Sampah
BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Kota Bandung berencana untuk menambah 25 unit mesin pengolah sampah berbasis multi-teknologi pada tahun 2026. Penambahan ini diharapkan dapat mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dan meningkatkan pengolahan sampah di tingkat wilayah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Darto, mengatakan bahwa mesin-mesin pengolah sampah yang akan ditambahkan menggunakan teknologi modern seperti thermal, insinerator, pyrolysis, plasma, dan Refuse Derived Fuel (RDF). Dengan demikian, Kota Bandung akan memiliki total 42 unit mesin pengolah sampah.
“Kami akan segera mengadakan mesin pengolah sampah pada tahun ini sebanyak 25unit. Sebelumnya, Kota Bandung sudah memiliki 17 unit mesin pengolah sampah dengan berbagai teknologi, seperti thermal, insinerator, pyrolysis, plasma, dan kemungkinan juga RDF,” ujar Darto, kemarin.
Darto menambahkan bahwa saat ini masih dilakukan pengecekan ketersediaan mesin dan kesiapan anggaran yang bersumber dari T29R. Anggaran tersebut tidak hanya mencakup pembelian alat, tetapi juga biaya operasional agar mesin dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Saat ini kami masih mengecek ketersediaan mesin dan kesiapan anggaran dari T29R, termasuk untuk pembelian alat dan biaya operasionalnya,” jelasnya.
DLH Kota Bandung akan berkoordinasi dengan para camat di masing-masing wilayah untuk menentukan lokasi penempatan mesin pengolah sampah. Rekomendasi dari camat diperlukan agar lokasi penempatan mesin benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan.
“Kami meminta rekomendasi dari para camat. Mesin bisa ditempatkan di TPS yang sudah ada atau di lokasi baru yang dinilai strategis dan siap secara teknis,” tandasnya. (Bambang)**
Foto: Bambang/Inspira


