Pemkot Bandung Resmi Tutup Mal Festival Citylink Akibat Ciptakan Kerumunan Saat Imlek

BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi menutup mal Festival Citylink terkait pelanggaran Peraturan Wali Kota (Perwal) Bandung No. 103 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 selama weekend pekan ini atau 3 hari kedepan.  Langkah tersebut dilakukan karena pihak mal telah melakukan pelanggaran berlapis.

Hal itu dijelaskan Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Asep Gufron di Balai Kota Bandung, Kamis (3/2/2022). Diungkapkannya, keputusan tersebut  berdasarkan hasil pemeriksaan karena terbukti ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh pihak mal.

“Setelah dilakukan pemeriksaan barusan,  ada hasilnya yakni pelanggaran berat. Mulai dari tidak ada izin, potensi menimbulkan kerumunan dengan kondisi ventilasi tidak baik,” beber Asep.

Untuk itu, pihaknya telah menginstruksikan kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, agar segera menginfomasikan terkait sanksi penutupan mal.

“Mulai besok ditutup selama 3 hari yakni sejak Jumat (4/2) sampai dengan Minggu (6/2).  Mudah-mudahan ini membuat efek jera para pengelola mal lainnya,” paparnya mengingatkan.

Disampaikannya, jangan karena Pemkot Bandung telah melakukan relaksasi akhirnya dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang akan berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Jangan memanfaatkan peluang yang sudah kita berikan,  itu fatal. Dan masih terus kita lakukan proses selanjutnya,” tutur Asep.

Diakuinya, tambah Asep, hasil pemeriksaan  yang paling fatal yaitu kerumunan luar biasa. Selanjutnya pihaknya berkoordinasi untuk segera melakukan proses pemeriksaan bersama Satpol, Disdagin dan juga Polres.

“Intinya hasil dari koordinasi tersebut barusan kita laporkan kepada Pimpinan dan keluarlah resmi penutupan mal Festival Citylink,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Rasdian Setiadi menegaskan Mal Festival Citylink telah dikenai sanksi denda.

“Kami tadi memanggil pihak mal sekitar pukul 10.00 WIB, untuk diberikan sanksi denda Rp 500.000 sesuai Perwal No. 103 tentang PPKM Level 2 yang berlaku,” paparnya di Balai Kota Bandung, Kamis (3/2/2022).

Selain itu, tambahnya, pihak mal membuat surat pertanyaan tidak akan mengulangi hal serupa.

“Sanksi sekarang ini ketentuan pelanggaran tersebut maksimal denda Rp 500.000, tapi ada Perda yang sedang digodog juga dan mudah-mudahan lebih membuat efek jera dengan nominal yang sebesar-besarnya. Serta berlaku kelipatan saat melakukan pelanggaran berulang,” imbuhnya.

Hingga akhirnya keputusan sanksi ditambah pasca melakukan beberapa pemeriksaan. “Ya ini pelanggaran fatal intinya, sanksi pun harus berat,” tegas Rasdian. (MSN/TRI)