Ade Armando

Pelajaran dari Peristiwa Ade armando

Oleh: Moch. Fadlani Salam (Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung)

Dialah Ade Armando, seorang tenaga pendidik di Universitas Indonesia, saat ini sedang marak diberitakan, terkait dengan peristiwa penganiayaan terhadap dirinya, dan juga hampir ditelanjangi pada saat berlangsungnya demonstrasi mahasiswa 11 April 2022 kemarin, di depan Gedung DPR RI.

Entah siapa mereka yang melakukan penganiayaan terhadapnya. Dan juga entah mengapa ia berani untuk memutuskan hadir di tengah kerumunan orang-orang yang sedang berdemo. Bahkan, diantara netizen ada yang beranggapan jika kasus penganiayaan Ade Armando ini bisa jadi malah menutupi beberapa tuntutan yang dilayangkan oleh BEM SI kepada DPR RI.

Ade Armando seorang dosen yang juga pegiat media sosial, sering kali menjadi perhatian publik dikarenakan pernyataan-pernyataannya yang kontroversial, sehingga banyak menuai protes dari masyarakat muslim khususnya. Terdapat beberapa riwayat yang dapat dilacak terkait pernyataan-pernyataannya yang kontroversial, diantaranya seperti kalimat yang pernah ia tuliskan pada Januari 2017 di halaman Facebook-nya bahwa, “Allah kan bukan orang Arab, tentu Allah senang kalau ayat-ayatnya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues’. Belum lagi terkait dengan pernyataan kontroversialnya pada tahun 2021 yang lalu, ia menyatakan bahwa sholat wajib yang 5 waktu itu tidak ada di dalam al-Qur’an.

Memang, kontroversi semacam ini cukup dapat membuat gelisah bagi sebagian umat muslim. Disamping Ade Armando bukanlah seorang ahli di bidang agama, diantara umat muslimakan ada yang memandang sabda Nabi saw yang menjadi peringatan di akhir zaman ini, bahwasannya;

عن عبد الله بن مسعود قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يخرج في آخر الزمان قوم أحداث الأسنان سفهاء الأحلام يقرءون القرآن لا يجاوز تراقيهم يقولون من قول خير البرية يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية

Dari Abdullah bin Mas’ud berkata: Rasulullah saw bersabda: “Di akhir zaman akan muncul kaum berusia muda, lemah akal, mereka membaca Al-Qur`an tidak mencapai kerongkongan (sebatas di mulut tak sampai hati), mereka mengatakan dari perkataan orang terbaik, mereka meninggalkan agama dengan cepatnya seperti terlepasnya anak panah dari busurnya.” (HR. Tirmidzi No.2114)

Unggahan itu kemudian sempat dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Penyidik sempat menetapkan Ade sebagai tersangka dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun, kasus ini belum diketahui tindak lanjutnya sampai sekarang. Dan ini bisa menjadi hilangnya trust bagi sebagian masyarakat.

Disamping itu, perbedaan pandangan masyarakat cukup banyak terjadi mengenai penganiayaan yang dialami kepada Ade Armando ini, ada yang mengecam, dan ada juga yang merasa senang, karena dianggap seperti mewakili kemarahan dan kesakithatiannya.

Perbedaan pandangan apapun dalam konteks demokrasi merupakan suatu hal yang tak dapat dihindari, terlebih lagi jika itu berbicara tanggapan terhadap kebijakan pemerintah. Tapi kita tidak boleh lupa, bahwa praktik kekerasan dan main hakim sendiri juga tidak dapat dibenarkan. Polarisasi ide-ide politik yang terjadi, walaupun dipertajam, jangan sampai menimbulkan kekerasan. Justru ini dapat menjadi salah satu kecenderungan akan kemundurannya demokrasi di Indonesia. Polarisasi politik yang berujung pada maraknya kekerasan. Kita tidak boleh sepakat pada penggunaan taktik otoriter oleh negara untuk menggebuk lawan politik, begitu pula di kalangan masyarakat sipil dalam penggunaan kekerasan sebagai alat menghakimi orang lain. Politik santun, penyampaian pendapat dan aspirasi yang santun, dan statment-statment santun dari kita semua selaku warga negara, ini menjadi wajib untuk diamalkan dan terus dirawat, demi terciptanya keramahan bangsa yang beradab dan berkemajuan.

Sebagai muslim yang baik, kita diajarkan oleh nabi kita tercinta yang terdapat dalam dua hadits berikut ini;

عقبة بن عامر قلت يا رسول الله ما النجاة قال أملك عليك لسانك وليسعك بيتك وابك على خطيئتك

Berkata ‘Uqbah bin ‘Amir: Saya berkata: Wahai Rasulullah! Apakah keselamatan itu? Rasulullah saw bersabda: “Kendalikanlah lisanmu, hendaknya rumahmu membuatmu lapang dan menangislah karena kesalahanmu.” (HR. Tirmidzi No.240).

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه

Dari Abdullah bin ‘Amru radliyallahu ‘anhuma, Dari Nabi saw, bersabda: “Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhori No.9).

Leave a Reply

Your email address will not be published.