PBNU Minta Pemerintah Hentikan Teror di Desa Wadas

JAKARTA INSPIRA,- 900 polisi datangi Desa Wadas, Purworejo yang lahannya akan dijadikan tambang batuan andemit untuk proyek Bendungan Bener.

Warga Desa Wadas merasakan suasana yang sangat mengecam. Hingga merasakan tindakan intimidatif aparat berseragam lengkap itu dan 60 orang di antaranya ditangkap.

Merespon kondisi ini, Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrurrozi meminta pemerintah untuk menempuh jalan musyawarah dalam pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Gus Fahrur, sapaan akrabnya, meminta pemerintah tidak menggunakan kekerasan. Dia meyakini kebijakan yang baik harus dilakukan dengan cara yang baik pula.

“Kita ingin agar proses yang dilakukan pemerintah mengedepankan musyawarah. Jangan ada teror karena ini kan untuk kemaslahatan,” katanya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (8/2).

Dia menilai seringkali kebijakan pembangunan pemerintah disalahpahami karena salah pendekatan. Mestinya, pemerintah bicara baik-baik kepada warga Wadas.

Menurutnya, pindah dari tanah kelahiran bukan hal yang mudah. Terlebih, warga Wadas harus mendapat penjelasan yang terang dan ganti rugi yang layak dari pemerintah.

Dia menyarankan pemerintah dan warga kembali duduk bersama untuk berunding. Fahrur pun mengusulkan kader NU atau Muhammadiyah menjembatani diskusi warga dengan pemerintah.

“Masyarakat harus diyakinkan mereka tidak dirugikan. Kalau itu tidak memungkinkan, ya harus dicari tempat yang lain. Siapa yang akan menikmati itu? Kan masyarakat sekitar,” ujarnya. (GIN)