Panglima Ingin Pasal Maksimum Bagi 3 Oknum TNI yang Terlibat Kasus Nagreg: Dia Ikut Membunuh

BANDUNG INSPIRA,- Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa kembali menyoroti kasus kecelakaan yang terjadi Nagreg, Jawa Barat, yang melibatkan 3 oknum TNI berpangkat Kolonel, Koptu, dan juga Kopda.

Kecelakaan Nagreg itu berujung meninggalnya dua remaja bernama Handi Harisaputra (17) dan Salsabila (14). Keduanya jenazah itu dibuang terpisah di aliran sungai yang berada di Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah.

Panglima TNI menginginkan agar ketiga tersangka oknum TNI itu mendapatkan hukuman yang maksimum, yakni tuntutan seumur hidup atau hukuman mati.

“Saya ingin pasalnya itu maksimum. Berarti dia kan ikut nih, menurut saya ikut membunuh. Nabrak ini kan hanya kejadian awal saja,” kata Andika Perkasa dalam Rapat Rutin Panglima TNI Dengan Tim Hukum TNI Terkait Kecelakaan di Nagreg, dalam tayangan di YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa, seperti yang dilihat Kamis (3/2/2022).

Menurutnya, korban tabrak di Nagreg itu belum semuanya meninggal dunia sehingga oknum TNI itu pelaku utama bukan penyerta.

“Belum semuanya meninggal, makanya dia pelaku bukan penyerta dan bahkan itu pembunuhan berencana, (pasal) 340,” kata Andika Perkasa.

Meskipun para tersangka dapat dihukum dengan tuntutan hukuman mati sesuai pasal 340, namun Panglima TNI tidak mau mengambil tuntutan tersebut. Tuntutan maksimalnya yakni hukuman penjara seumur hidup.

“Jadi itu seumur hidup dan itu tulisannya bukan hanya seumur hidup (tapi) hukuman mati. Tapi saya nggak ingin ke situ. Bisa kita maksimalkan saja seumur hidup tuntutan,” kata Andika.

Dilaporkan oleh Komandan Satuan Penyidik Polisi Militer Angkatan Darat (Dansatidik Pomad), Brigjen TNI Kemas Ahmad Yani S, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan kepada ketiga tersangka di tiga lokasi, yakni di Bogor, di Cijantung, dan di Pomdam Jaya. (MSN)