Pameran FFK 2025, Angkat Perjuangan Pedagang Kaki Lima Sebagai Pahlawan Ekonomi
BANDUNG INSPIRA – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bandung berkolaborasi bersama Festival Fotografi Kampus (FFK) dan Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) menggelar pameran serta diskusi bertajuk ‘Economic Hero: Menangkap Spirit Perjuangan Ekonomi’ di the Hallway Space, Senin (10/11/2025).
FFK kali ini merupakan gelaran kedua yang dibuka tepat pada Hari Pahlawan. Atas dasar itu juga, pameran ini disuguhkan lewat karya yang mengimplementasikan sosok pahlawan luar biasa, dimana cerita dalam setiap karya memiliki makna yang mendalam.
Ketua Pelaksana acara, Abdan Syakura mengungkapkan, perbedaan FFK 2025 dengan tahun sebelumnya yaitu masing-masing tema memiliki makna yang berkesinambungan. Tema FFK pada tahun 2024 itu Hero, sedangkan pada pameran FFK 2025 yakni ekonomi sebagai benang merahnya.
“Tema Economic Hero karena pedagang kaki lima adalah pahlawan ekonomi,” jelas Abdan
Menurutnya, saat ini pahlawan tidak hanya orang yang terlibat di medang perang, pedagang kaki lima juga pahlawan.
“Mereka menyumbangkan salah satu pajak di daerahnya masing-masing,” kata Abdan.

Tema Economic Hero juga yang menggiring pameran digelar di The Hallway Space, Pasar Kosambi. “Dimana pasar merupakan penggambaran visual paling mudah untuk ekonomi dan tempat transaksi,” tambahnya.
Pada kesempatan itu Abdan menyampaikan untuk anak muda, jangan pernah merasa puas dalam hal apapun, baik dalam berkarya atau pun mencari ilmu.
Sementara itu, salah satu pameris FFK Farah mengatakan, karya yang dipamerkan berangkat dari kesulitan, keresahan, harapan. “Pendekatan yang dilakukan memerlukan proses yang luar biasa hingga bisa ikut terlibat dalam pameran ini,” tuturnya.
“Saya senang sekali karena gak expect akan dapat ruang dan tempat yang sehangat ini. Dan ini menjadi pameran pertama saya di FFK,” sambungnya.
Ardio salah seorang undangan yang hadir pada kesempatan itu memaparkan, foto yang berkesan baginya yaitu karya dari Farah.
“Di dalam cerita itu, Farah mengangkat disabilitas sebagai karyanya. Potret Salah satu pemilik UMKM manik-manik yang membuka lapangan pekerjaan serta mengangkat para disabilitas sebagai pekerjanya,” paparnya.
Ia juga berharap, semoga acara serupa akan hadir setiap tahunnya. Karena menjadi peluang untuk fotografer-fotografer di Kota Bandung. “Bagaimana juga untuk bisa mengeksplorasi karya, harus mencoba berani dan inilah wadahnya,” tandas Ardio. (Himaya)**
Foto: Himaya/Inspira


