Pakaian yang Cocok di Bulan Ramadhan
LIFESTYLE, Bandung Inspira – Sepekan sudah memasuki bulan suci Ramadhan 2023, pastinya banyak aktivitas keagamaan yang dilakukan untuk berlomba-lomba mencari pahala.
Bagi para kaum hawa, menutup aurat saat beribadah menjadi kewajiban, namun, tidak sedikit yang mencoba mengubah style nya menjadi lebih muslimah. Nah, ternyata dalam Islam ada beberapa hal yang perlu diketahui perihal cara berpakaian.
Baca juga: Menu Sahur Sehat dan Menarik Untuk Anak
Memakai Pakaian Terbaik
Bulan puasa ini menjadikan kita untuk memilah mana prioritas pada hal berpakaian, yang harusnya pakaian yang terbaik dipakai untuk siapa dan dalam konteks apa serta untuk tujuan apa. Kaum millennial tentu tahu dan paham mengenai trend fashion yang sedang berkembang serta bisa memaksimalkan potensi pakaian terbaik itu untuk dipakai pada saat berkegiatan di masjid atau apapun dalam hal memakmurkan masjid. Dalam maksud dari berpakaian ialah untuk memperindah penampilan ketika berdiri di hadapan Rabb semesta alam.
Allah Taāala berfirman,
ŁŁŲ§ ŲØŁŁŁŁ Ų¢ŲÆŁŁ
Ł Ų®ŁŲ°ŁŁŲ§ Ų²ŁŁŁŁŲŖŁŁŁŁ
Ł Ų¹ŁŁŁŲÆŁ ŁŁŁŁŁ Ł
ŁŲ³ŁŲ¬ŁŲÆŁ ŁŁŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ§Ų“ŁŲ±ŁŲØŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲ§ ŲŖŁŲ³ŁŲ±ŁŁŁŁŲ§ Ų„ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ ŁŁŲŁŲØŁŁ Ų§ŁŁŁ
ŁŲ³ŁŲ±ŁŁŁŁŁŁ
āHai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap kali (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.ā (QS. Al-Aāraf [7]: 31)Ayat ini merupakan dalil kewajiban menutup aurat dengan memakai pakaian setiap kali mendirikan shalat. Hal ini tak lepas dari kegiatan di bulan puasa yang dapat berpakaian terbaik serta berpakaian juga dapat memperindah penampilan seseorang.
Menerapkan Adab Berpakaian
Untuk berpakaian sendiri memerlukan adab yang diatur dalam islam yaitu,
- Menutup aurat, hal ini sudah terjadi sejak zaman nabi Adam, hal tersebut terdapat dalam surah al-Aāraf ayat 22 yang memiliki arti, āMaka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga.ā
- Tidak menyerupai pakaian orang kafir, Mengenai hal tersebut juga telah di jelaskan oleh Abdullah bin Umar radhiallahuāanhu, Rasulullah Shallallahuāalaihi Wasallam bersabda:
āOrang yang menyerupai suatu kaum, seolah ia bagian dari kaum tersebutā (HR. Abu Daud, 4031, di hasankan oleh Ibnu Hajar di Fathul Bari, 10/282, di shahihkan oleh Ahmad Syakir di āUmdatut Tafsir, 1/152). - Membaca doa ketika akan berpakaian: Bismillaahi, Alloohumma innii as-aluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahuu waāaāuu dzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahuu
Artinya:
āDengan nama-Mu ya Allah aku minta kepada Engkau kebaikan pakaian ini dan kebaikan apa yang ada padanya, dan aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yang ada padanya.ā - Tidak transparan, untuk hal ini telah dijelaskan dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shohih Muslim no: 2128 dengan isi sebagai berikut:
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah,
āDua (jenis manusia) dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang yaitu kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi surga itu telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.ā - Tidak menyerupai lawan jenis, Hadist menjelaskan mengenai hal ini. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas radhiyallahuāanhu, beliau berkata:
āRasulullah shallallahu āalaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-lakiā (HR. Bukhari no. 5885).
Oleh karena itu dalam berpakaian yang baik dan benar hendaknya kita menerapkan adab terlebih dahulu, walaupun dimulai dengan hal-hal kecil.
Baca juga: Rekomendasi Takjil Sehat Enak Untuk Si Kecil
Nasihat Rasulullah Dalam Berpakaian
- Pertama berpakaian yang memiliki warna putih,
Rasulullah SAW bersabda, āPakailah pakaian putih, karena itu yang pakaian terbaik, dan kafanilah orang yang meninggal di antara kalian dengan kain tersebut,ā (Shahih al-Jamiā) - Kedua, berpakaian gamis (baju kurung)
Hal ini sesuai dengan hadis ini, āBaju yang disenangi Rasulullah SAW adalah gamis,ā (Shahih al-Jamiā) - Ketiga, mendahulukan yang kanan dalam setiap keadaan
Hal ini juga mencakup dalam berpakaian ataupun dalam proses mengenakan pakaian. āAisyah RA berkata, āRasulullah SAW selalu mendahulukan yang kanan dalam setiap pekerjaannya, seperti dalam bersuci, berjalan, dan memakai sandal,ā (HR Muttafaq āAlaih) - Keempat, membaca doa setiap memakai baju baru
Setiap kali memakai baju yang baru, hendaknya kita bedoa: āYa Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau telah memberikan pakaian ini kepadaku. Aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang tercipta baginya, dan aku berlindung kepadaMu dari keburukannya dan keburukan yang tercipta baginya ,ā (Shahih al-Jamiā)
Penulis: TNR
Sumber: mydsstory.com
Sumber Foto: Tokopedia


